“Selain bisa diikuti secara langsung di masjid, takmir juga menyiarkan tausiah-tausiah mubalig kami melalui berbagai saluran. Ada versi multimedia melalui akun sosial media. Tahun ini kami membuat inovasi tausiah berbentuk tulisan yang diterbitkan media massa cetak,” terang Kiswanto, takmir Masjid KHAD saat memberi sambutan dalam Pelatihan Penulisan Opini Media di Aula Takmir, Rabu (7/4).
Pemanfaatan saluran media cetak ini akan memperluas jumlah jamaah yang bisa dijangkau oleh tausiah para mubalig. “Apalagi di masa pandemi yang belum sepenuhnya hilang ini, pemanfaatan media mutlak diperlukan,” lanjut pria yang berprofesi sebagai pengajar ini. Betapa tidak, dengan jumlah pembaca media yang mencapai puluhan ribu, secara kuantitas tiap tausiah yang terbit jangkauannya seperti mengadakan pengajian akbar. Pelatihan Penulisan Opini Media ini dihadiri para mubalig Masjid KHAD. Hadir sebagai narasumber adalah Ahmad Faizin Karimi, trainer dari Sekolah Menulis Inspirasi.
“Salah satu tantangan menarik dalam penulisan opini ini adalah bagaimana para mubalig yang terbiasa dengan gaya lisan ini memproduksi tulisan,” terang Faizin. Ketika memberikan tausiah secara lisan, para mubalig bisa menjelaskan sebuah pesan dengan banyak kalimat. Sedangkan dalam media cetak, ruang tersedia terbatas sehingga para mubalig dituntut memilih kalimat efektif agar pesan dakwah tersampaikan. Kepada peserta pelatihan juga dijelaskan karakteristik tulisan opini di media. “Hindari kalimat tidak efektif, penjelasan yang sudah populer, serta topik sama dengan opini yang diterbitkan sebelumnya,” pungkas Faizin yang juga seorang pegiat penerbitan buku ini. (*) Editor : Hany Akasah