Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Masjid KHAD Gerakkan Dakwah Lewat Media Massa

Hany Akasah • Jumat, 9 April 2021 | 16:35 WIB
PERSIAPAN PENERBITAN OPINI: Takmir Masjid KHAD Kiswanto memberi sambutan dalam Pelatihan Penulisan Opini Media di Aula Takmir, Rabu (7/4). (Dok/Radar Gresik)
PERSIAPAN PENERBITAN OPINI: Takmir Masjid KHAD Kiswanto memberi sambutan dalam Pelatihan Penulisan Opini Media di Aula Takmir, Rabu (7/4). (Dok/Radar Gresik)
GRESIK - Seiring datangnya Bulan Ramadan, masjid-masjid mulai mempersiapkan program dakwahnya. Mulai dari perbaikan sarana ibadah, penjadwalan tausiah hingga berbuka bersama. Tidak terkecuali bagi Masjid KH Ahmad Dahlan (KHAD), masjid yang telah menjadi pilihan utama pengguna jalan yang melintasi Gresik. Pada Ramadan kali ini, untuk memperluas sebaran dakwah Masjid KHAD merilis program Dakwah bil Qalam yakni penulisan tausiah dakwah yang diterbitkan selama sebulan penuh di Harian Radar Gresik.

“Selain bisa diikuti secara langsung di masjid, takmir juga menyiarkan tausiah-tausiah mubalig kami melalui berbagai saluran. Ada versi multimedia melalui akun sosial media. Tahun ini kami membuat inovasi tausiah berbentuk tulisan yang diterbitkan media massa cetak,” terang Kiswanto, takmir Masjid KHAD saat memberi sambutan dalam Pelatihan Penulisan Opini Media di Aula Takmir, Rabu (7/4).

Pemanfaatan saluran media cetak ini akan memperluas jumlah jamaah yang bisa dijangkau oleh tausiah para mubalig. “Apalagi di masa pandemi yang belum sepenuhnya hilang ini, pemanfaatan media mutlak diperlukan,” lanjut pria yang berprofesi sebagai pengajar ini. Betapa tidak, dengan jumlah pembaca media yang mencapai puluhan ribu, secara kuantitas tiap tausiah yang terbit jangkauannya seperti mengadakan pengajian akbar.  Pelatihan Penulisan Opini Media ini dihadiri para mubalig Masjid KHAD. Hadir sebagai narasumber adalah Ahmad Faizin Karimi, trainer dari Sekolah Menulis Inspirasi.

“Salah satu tantangan menarik dalam penulisan opini ini adalah bagaimana para mubalig yang terbiasa dengan gaya lisan ini memproduksi tulisan,” terang Faizin. Ketika memberikan tausiah secara lisan, para mubalig bisa menjelaskan sebuah pesan dengan banyak kalimat. Sedangkan dalam media cetak, ruang tersedia terbatas sehingga para mubalig dituntut memilih kalimat efektif agar pesan dakwah tersampaikan.  Kepada peserta pelatihan juga dijelaskan karakteristik tulisan opini di media. “Hindari kalimat tidak efektif, penjelasan yang sudah populer, serta topik sama dengan opini yang diterbitkan sebelumnya,” pungkas Faizin yang juga seorang pegiat penerbitan buku ini. (*) Editor : Hany Akasah
#Masjid KHAD Gerakkan Dakwah Lewat Media Massa #gresik