Tumbangnya dahan pohon tersebut diduga karena diterjang angin kencang. Kebetulan pula pada saat dahan pohon tersebut tumbang, arus lalu lintas di sekitar lokasi juga tidak terlalu ramai oleh pengendara.
"Tadi langsung patah begitu saja, untung tidak sampai ketimpa tukang sol sepatu yang ada di situ," ujar Zaini, salah satu warga yang melihat kejadian tersebut.
Menanggapi kejadian ini, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik Tarso Sagito mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap fenomena La Nina. Sesuai prediksi BMKG, fenomena tersebut akan terjadi pada November dan Desember 2020.
"Masyarakat harap lebih waspada dan selalu siap untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana hydrometeorologi akibat La Nina. Di mana potensi hujan dengan intensitas sangat tinggi yang bisa berakibat terjadinya banjir, tanah longsor, puting beliung disertai petir, serta cuaca ekstrim," kata Tarso saat dihubungi.
Lebih lanjut Tarso mengaku sudah menyiapkan segala rangkaian cara untuk mengantisipasi dan meminimalisir akibat bencana yang ditimbulkan oleh La Nina. Baik persiapan penanganan bencana di daratan hingga pesisir pantai dan wilayah perairan.
"Terpenting ketika bencana itu terjadi adalah, bagaimana masyarakat dapat segera mungkin untuk menyelamatkan diri," imbuh Tarso. (fir/rof) Editor : Hany Akasah