Salah satunya adalah Pasar Kedanyang Kecamatan Kebomas terpaksa menghentikan aktivitas pedagang. Pasar yang berada di samping masjid itu telah dipasangi garis berwarna hitam dan kuning yang memanjang di depan pintu masuk. Pantauan di lapangan, lapak pedagang tampak sepi. Tidak ada aktivitas jual beli di pasar tersebut.
Kepala Desa Kedanyang, Achmad Mustofa menyebut Pasar Kedanyang tidakditutup, namun selama seminggu, kegiatan pasar dihentikan. "Bukan penutupan tapi kami sterilkan sementara," kata Mustofa.
Dikatakan, mulai besok para pedagang tidak diperbolehkan berjualan hingga Senin (6/7) mendatang. Kondisi pasar yang kosong itu akan dimanfaatkan untuk melakukan pembersihan secara menyeluruh. "Kami semprot pakai disinfektan pasarnya," imbuhnya.
Jika sterilisasi pasar itu karena pasien positif covid-19 naik di desanya. Data Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 di Gresik ada sembilan sebaran pasien positif Covid-19 di Desa Kedanyang. "Saya belum tahu, jumlah pedagang disana belum tahu. Besok kita sterilisasi sambil disemprot disinfekyan," pungkasnya.
Di tempat berbeda, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Pedagangan (Diskoperindag) Gresik, Agus Budiono saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler mengaku belum mengetahui jika pasar Kedanyang akan disterilisasi.
"Pasar Kedanyang saya belum tahu kalau mau disterilisasi," kata dia. Sementara untuk, pasar ikan Balongpanggang terpaksa ditutup separuh. Menindaklanjuti temuan pedagang yang kedapatan hasil rapid tesnya reaktif. "60 pedagang di rapid test, 14 diantaranya reaktif rapid test," kata Agus.
Pasar ikan Balongpanggang tersebut ditutup separuh karena banyak akses masuk ke dalam pasar yang berada di tepi Jalan Raya Balongpanggang itu. (fir/han) Editor : Jay Wijayanto