RADAR GRESIK – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan di tengah cuaca panas terik yang melanda kawasan setempat.
Langkah antisipasi ini dinilai krusial menyusul lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang menembus angka 24.828 kasus hingga akhir September 2026.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Gresik, dr. Puspitasari Wardani, mengungkapkan bahwa akumulasi data tersebut dihimpun melalui Laporan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) yang dikirimkan oleh seluruh puskesmas se-Kabupaten Gresik.
Baca Juga: Perkuat Pembinaan Warga Binaan, Rutan Gresik Gandeng UNESA Lewat Program Magang dan Konseling
“Dari laporan SKDR puskesmas, total kasus ISPA sampai akhir September 2026 sebanyak 24.828 kasus,” ujar Puspitasari, Kamis (8/10).
Ia menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrim yang cenderung panas dan berdebu sangat berpotensi menurunkan daya tahan tubuh serta meningkatkan risiko dehidrasi maupun gangguan kesehatan lainnya jika tidak diantisipasi secara mandiri oleh warga.
Guna mencegah dampak negatif dari paparan panas, Puspitasari meminta masyarakat aktif mencukupi asupan cairan harian dengan memperbanyak minum air putih tanpa harus menunggu rasa haus muncul. Bagi warga yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan, penggunaan pelindung fisik sangat dianjurkan.
Baca Juga: Kekerasan Terhadap Laki-Laki Masih Terjadi di Gresik, Dinas KBPPPA Imbau Penguatan Hubungan Sehat
“Gunakan topi atau payung untuk menghindari paparan sinar matahari secara langsung. Manfaatkan juga tabir surya (sunscreen) minimal SPF 30 pada kulit yang tidak tertutup pakaian sebagai perlindungan tambahan,” terangnya.
Sementara bagi pecinta olahraga, Dinkes menyarankan agar pengalihan aktivitas fisik dilakukan ke dalam ruangan (indoor) selama suhu udara di luar ruangan terpantau sangat tinggi. Hal ini penting dilakukan untuk menekan risiko terjadinya kram panas hingga heatstroke.
Selain itu, Dinkes Gresik secara tegas mengingatkan agar warga tidak meninggalkan siapapun—terutama anak-anak maupun lansia—di dalam kendaraan yang terparkir, baik dalam kondisi kaca tertutup maupun sedikit terbuka. Sebab, kenaikan suhu di dalam ruang tertutup mobil berlangsung sangat cepat dan berakibat fatal.
Baca Juga: Kabar Baik untuk Pencari Kerja, BYD Haka Gresik Buka Lowongan, Simak Persyaratannya
“Yang terpenting saat ini adalah tetap mencukupi kebutuhan cairan tubuh, menjaga pola hidup sehat, serta membatasi paparan panas secara langsung,” pungkasnya. (jar/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik