RADAR GRESIK – Terobosan besar dalam lini pelayanan medis dan sosial resmi dihadirkan di wilayah Gresik bagian selatan. Guna menekan angka penyalahgunaan narkotika sekaligus menyelamatkan masa depan generasi bangsa, Rumah Sakit Wates Husada (RSWH) Balongpanggang, Gresik, memperluas jangkauan layanan kesehatannya dengan membuka fasilitas rehabilitasi narkoba terpadu bagi masyarakat luas.
Kehadiran layanan anyar ini menjadi langkah nyata pihak swasta dalam menyokong program pemerintah pusat untuk memutus mata rantai ketergantungan obat-obatan terlarang. Melalui fasilitas ini, para korban penyalahgunaan zat adiktif akan dibantu secara medis dan psikologis agar dapat pulih total dan kembali produktif di tengah lingkungan sosial.
Demi menjamin privasi dan ketenangan maksimal, fasilitas rehabilitasi narkoba ini ditempatkan di gedung khusus yang berada di lantai tiga RS Wates Husada. Lokasinya didesain terisolasi dan terpisah sepenuhnya dari ruang perawatan pasien umum guna menciptakan atmosfer yang kondusif, tenang, dan aman selama proses terapi pemulihan berlangsung.
Baca Juga: Buron Sampai Jombang, Spesialis Curanmor Rumah Kosong di Menganti Roboh Ditembak Polisi
Direktur Utama RS Wates Husada, dr. Titin Ekowati, memaparkan bahwa fasilitas yang baru saja dioperasikan ini memiliki kapasitas tampung yang representatif, yakni berkisar antara 10 hingga 15 pasien dalam satu periode perawatan. Layanan rehabilitasi ini juga bersifat inklusif, terbuka bagi pasien pria maupun wanita.
Ia menjamin, seluruh instrumen sarana prasarana serta kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga kesehatan yang diterjunkan telah tersertifikasi khusus. Mereka telah melewati fase pelatihan intensif yang digandeng langsung bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur.
“Kami sudah sangat siap memberikan layanan rehabilitasi bagi pasien penyalahgunaan narkoba. Selain kesiapan ruang perawatan yang memadai, seluruh tenaga kesehatan yang bertugas di unit ini telah mengantongi bekal pelatihan khusus hasil kerja sama dengan BNNP,” tegas dr. Titin Ekowati, Senin (15/6/2026).
Lebih lanjut, dr. Titin menjelaskan bahwa skema penyembuhan yang diterapkan di RSWH tidak hanya melulu berfokus pada detoksifikasi atau pemulihan kondisi fisik-medis pasien semata. Pihak rumah sakit mengombinasikannya dengan pendekatan psikologis kekeluargaan yang menyentuh hati (human touch).
Langkah persuasif ini dinilai sangat krusial mengingat mayoritas korban penyalahgunaan narkotika berangkat dari adanya konflik sosial, tekanan keluarga, hingga depresi psikologis mendalam yang membutuhkan penguraian masalah secara komprehensif dari akarnya.
“Selain rehabilitasi medis, kami memperkuat pendekatan kekeluargaan. Tujuannya agar berbagai persoalan personal yang menjadi pemantik awal seseorang terjerumus menggunakan narkoba dapat diidentifikasi, ditangani, dan dicarikan solusi bersama secara bijak,” ulasnya.
Baca Juga: Dikebut, Siswa Sekolah Rakyat Berintegritas Gresik Dijadwalkan Masuk Asrama Pertengahan Juli
Sebagai bukti keseriusan regulasi, RS Wates Husada terus memperkuat kemitraan strategis dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) tingkat kabupaten maupun provinsi. Sinergi ini ditujukan untuk mengunci agar standardisasi operasional prosedur (SOP) tindakan rehabilitasi di RSWH selalu linier dengan ketentuan hukum negara.
Melihat tingginya urgensi kebutuhan penanganan ketergantungan narkoba di kawasan Gresik dan sekitarnya, RSWH sudah memasang rencana jangka panjang untuk memperluas kapasitas tampung dan menambah fasilitas penunjang di masa depan.
“Kami ingin keberadaan layanan ini memberikan kemudahan akses bagi masyarakat sekitar agar tidak perlu jauh-jauh mencari tempat pemulihan. Ini adalah peluang emas bagi para korban untuk mengetuk pintu masa depan baru, kembali hidup sehat, normal, dan membanggakan keluarga,” pungkas dr. Titin. (jar/han)
Editor : Hany Akasah