RADAR GRESIK – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik bergerak cepat mengantisipasi lonjakan jemaah dalam rangka memperingati Haul Akbar Habib Abu Bakar bin Assegaf ke-71 yang berlangsung mulai hari ini, 2 hingga besok 3 Juni 2026.
Meniru kesuksesan tahun-tahun sebelumnya, jutaan jemaah dari berbagai pelosok daerah di Indonesia hingga mancanegara diproyeksikan bakal membanjiri Kota Pudak.
Guna memberikan jaminan pelayanan medis yang prima, Dinkes Gresik resmi mendirikan posko kesehatan yang tersebar di sembilan titik strategis di sekitar pusat kegiatan. Jemaah yang merasa kurang sehat atau membutuhkan pertolongan medis darurat dapat langsung memanfaatkan fasilitas ini secara gratis.
Baca Juga: Tekan Kemiskinan dan Stunting, Pemkab Gresik Perluas Program Bunda Puspa ke 80 Desa
Sembilan titik posko kesehatan tersebut ditempatkan di lokasi-lokasi krusial yakni kediaman Almarhum Habib Abu Bakar di Jalan Harun Tohir, koridor Jalan KH Agus Salim, halaman depan Gedung Nasional Indonesia (GNI), halaman depan Pendopo Alun-Alun Gresik, dan depan Kantor Telkom Jalan Raden Santri.
Selain itu juga berada di sudut lain seperti sisi timur kawasan Alun-Alun Gresik,Jalan KH Zubair, halaman depan Kantor DPRD Gresik, area internal Masjid Jami Gresik, dan posko Utama Depan Pendopo Siaga 24 Jam.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, dr. Mukhibatul Khusnah, menjelaskan bahwa pihaknya telah memetakan penugasan sebanyak 80 tenaga kesehatan (nakes) yang akan berjaga secara bergantian (shift) selama dua hari penuh. Para petugas medis ini akan selalu bersiap (standby) memberikan tindakan pemeriksaan hingga penanganan pertama.
“Dari sembilan posko yang didirikan, posko kesehatan yang berada di depan Pendopo Alun-Alun Gresik akan beroperasi penuh selama 24 jam non-stop. Lokasi tersebut kami plot menjadi titik sentral dari seluruh rangkaian massa haul,” terang dr. Khusnah, Selasa (2/6/2026).
Mantan Kepala Puskesmas Sukomulyo tersebut menambahkan, penempatan posko yang masif—terutama di sekeliling Masjid Jami Gresik—sengaja dirancang demi memastikan faktor keamanan, keselamatan, serta kenyamanan para jemaah selama beribadah.
“Konsep ini kami buat agar jemaah yang tiba-tiba membutuhkan pertolongan medis bisa dievakuasi dengan jauh lebih cepat dan mudah tanpa harus menembus kepadatan massa yang terlalu jauh. Kami berharap seluruh rangkaian haul tahun ini dapat berjalan lancar dan kondusif,” pungkasnya. (jar/han)
Editor : Hany Akasah