RADAR GRESIK – Proyek mercusuar pendidikan dan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Gresik terus dikebut. Pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat (SR) yang berlokasi di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, kini telah mencapai progres fisik 27,36 persen sejak mulai dikerjakan pada Desember tahun lalu.
Sekolah yang berdiri di atas lahan seluas lebih dari 5 hektar dengan total luas bangunan mencapai 62.577 meter persegi ini, diproyeksikan menjadi model percontohan nasional dalam memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan terintegrasi.
Baca Juga: Sinergi Ulama dan Umaro, Halalbihalal MUI Gresik Perkuat Benteng Iman dan Kondusivitas Wilayah
Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, menyatakan optimismenya bahwa fasilitas pendidikan ini dapat segera dimanfaatkan. Pemerintah Kabupaten Gresik telah menyiapkan dukungan penuh, baik dari sisi penganggaran tahun 2026 maupun penyiapan support system pendukungnya.
“Mohon doa dan dukungannya, semoga pembangunan gedung SR permanen ini bisa terlaksana sesuai target sehingga bisa digunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027. Ini adalah komitmen nyata Pemerintah Gresik dalam menyediakan akses pendidikan layak,” ujar dokter Alif, Sabtu (4/4).
Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, memberikan apresiasi tinggi terhadap progres pembangunan di Sidayu tersebut. Pria yang akrab disapa Gus Ipul ini menilai konsep Sekolah Rakyat di Gresik sangat komprehensif karena tidak hanya fokus pada bangku sekolah anak, tetapi juga menyentuh kesejahteraan keluarga secara menyeluruh.
Baca Juga: Dua Bupati Gresik Antar Kepergian Nurhamim, Kenang Sosok Pemikir dan Sahabat Perjuangan
“Sekolah Rakyat ini merupakan miniatur pengentasan kemiskinan. Tidak hanya anaknya yang sekolah, tetapi orang tuanya juga akan mendapatkan berbagai program bantuan intervensi,” jelas Gus Ipul.
Siswa yang diterima di sekolah ini berasal dari keluarga Desil 1 dan 2 (kategori masyarakat paling membutuhkan). Selain mendapatkan pendidikan gratis, keluarga siswa akan menerima bantuan sosial, jaminan kesehatan melalui PBI, hingga program perbaikan rumah layak huni.
Gus Ipul memberikan penekanan keras terkait proses rekrutmen peserta didik. Ia menegaskan bahwa sistem yang digunakan adalah penjangkauan langsung, di mana petugas turun ke lapangan, bukan melalui sistem pendaftaran terbuka yang rawan manipulasi.
Baca Juga: Wujudkan Zero Narkoba, Karutan dan Seluruh Petugas Rutan Gresik Jalani Tes Urine Mendadak
“Tidak boleh ada sogokan, tidak boleh ada titipan, tidak boleh ada suap-menyuap. Ini benar-benar untuk mereka yang memenuhi kriteria riil di lapangan. Pendamping PKH, pemerintah daerah, dan BPS turun langsung untuk memastikan kondisi sebenarnya,” tegas Gus Ipul menutup penjelasannya.
Dengan pengawasan ketat dan progres pembangunan yang positif, Sekolah Rakyat Gresik diharapkan menjadi tonggak baru dalam transformasi sosial dan pendidikan di Jawa Timur. (jar/han)
Editor : Hany Akasah