RADAR GRESIK - Sore itu, halaman hingga ruang tengah sebuah rumah di Desa Golokan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, perlahan mulai ramai. Satu per satu tamu istimewa berdatangan. Ada teman tuli yang melangkah mantap bersama keluarga, ada pula yang saling menggandeng tangan rekan sejawatnya.
Di sudut lain, beberapa teman netra berjalan hati-hati, meraba ruang dengan penuh syukur sambil dituntun orang tua mereka. Rumah tersebut adalah Baitul Insan Nur, sebuah yayasan yang berdiri sejak 5 November 2022. Tempat ini sekaligus kediaman Innik Hikmatin, S.Pd., M.Pd.I., seorang pengajar sekaligus tim pengembang Al-Qur’an Isyarat yang mdedikasikan hidupnya untuk inklusivitas.
Pada Minggu (15/3), suasana khidmat menyelimuti pertemuan tersebut. Teman tuli, teman dengar, dan teman netra duduk bersimpuh bersama untuk "mendengar" ayat-ayat suci melalui isyarat tangan yang ritmis.
Baca Juga: Pejuang Pendidikan ABK, Innik Hikmatin Jadi Ketua Aisyiyah Gresik
Baitul Insan Nur hadir khusus untuk mewadahi teman-teman disabilitas rungu di wilayah Gresik Utara. Yayasan ini menjadi solusi bagi mereka yang selama ini terkendala jarak untuk menuju pusat kota Gresik. Di sini, keterbatasan fisik bukan penghalang menjemput hidayah. Innik senantiasa menekankan prinsip 3S kepada para santrinya: Syukur, Sabar, dan Semangat.
“Meskipun kalian datang dari tempat yang jauh, kalian harus tetap sabar dalam menuntut ilmu,” tutur Innik lembut di hadapan para santri. Ia menegaskan bahwa Al-Qur’an harus menyentuh semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Pembelajaran sore itu tidak berhenti pada pelafalan, tetapi berpindah ke jemari yang bergerak lincah menerjemahkan makna Surah Al-Alaq dan Al-Ankabut. Isyarat menjadi jembatan yang menghubungkan hati para santri dengan wahyu Ilahi.
Kekhidmatan memuncak saat Afreda Kharisma Azzahra, atau yang akrab disapa Risma, melantunkan tilawah Surah Al-Baqarah ayat 185 dengan merdu. Peserta inspiratif Hafiz Indonesia 2023 yang telah menghafal 15 juz di usia 7 tahun tersebut menyelipkan pesan menyentuh hati.
Baca Juga: Innik Hikmatin Sering Ajak Orangtua ABK Bertukar Pendapat
“Mari kita manfaatkan waktu sebaik mungkin. Mari mengajak teman-teman dan keluarga untuk mengaji bersama. Semoga kegiatan ini memberi keberkahan di bulan suci Ramadan ini,” ujar Risma.
Semangat serupa terpancar dari santri lain, seperti Titin dan Syervi, yang bergantian menjelaskan makna surah melalui bahasa isyarat yang ekspresif. Begitu pula Nafisah yang melantunkan Surah Al-Alaq beserta maknanya.
Upaya inklusif ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Ir. Dodik Priyambada, S.Akt., dari Majelis Dikdasmen & PNF PDM Gresik. Ia berharap momentum Ramadan menjadi pemantik semangat bagi para santri untuk terus mengamalkan petunjuk Al-Qur'an.
Senada, M. Nor Qomari, S.Si., salah satu orang tua santri, menyampaikan apresiasi atas langkah mulia yayasan dalam mempersatukan umat.
“Menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup merupakan hak seluruh muslim tanpa terkecuali. Mari kita saling menyemangati dan menjadikan Al-Qur’an sebagai jalan menuju surga-Nya,” pungkas Qomari sebelum menutup sesi dengan doa bersama. (jar/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik