RADAR GRESIK – Perjuangan Gresik United untuk keluar dari zona merah menunjukkan titik terang. Dalam laga lanjutan Grup D yang digelar di Lapangan Pasiran, Kota Surabaya, Selasa (13/1), Laskar Joko Samudro berhasil memetik kemenangan krusial 2-1 atas Waanal Brothers.
Kemenangan ini membawa Gresik United mengoleksi 15 poin, menyamai perolehan poin Persebata Lembata di peringkat empat.
Meski begitu, posisi tim masih belum aman karena terpaut 10 poin dari pemuncak klasemen, Perseden Denpasar. Misi besar kini diemban tim asuhan Andik Ardiansyah: wajib menyapu bersih tiga laga sisa demi terhindar dari jurang degradasi.
Pertandingan sempat berjalan alot bagi Gresik United di awal laga. Pada menit ke-18, gawang mereka harus bobol lebih dulu melalui eksekusi tendangan bebas mendatar dari Andriansyah yang gagal dihalau kiper. Skor 0-1 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, perubahan taktikal yang diterapkan pelatih membuahkan hasil instan. Pada menit ke-52, Wahyu Agong berhasil menyamakan kedudukan lewat sundulan tajam yang merobek jala Waanal Brothers. Gol ini menjadi pemicu semangat para pemain Gresik United.
Enam menit berselang, tepatnya pada menit ke-58, Dian Ardiansyah menjadi pahlawan kemenangan setelah aksi individu dan tendangan placing melengkungnya gagal dijangkau kiper lawan. Meski Waanal Brothers yang dikapteni eks timnas Yanto Basna terus menekan, skor 2-1 bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Pelatih Gresik United, Andik Ardiansyah, mengaku bersyukur atas hasil positif ini. Ia menyebut evaluasi saat half-time menjadi kunci keberhasilan membalikkan keadaan.
"Setelah kebobolan, saat half time kita lakukan pergantian pemain dan perubahan taktikal. Syukur anak-anak mengerjakan tugasnya dengan bagus di lapangan. Ini modal motivasi yang luar biasa, meski masih banyak yang harus diperbaiki ke depannya," ujar Andik usai laga.
Senada dengan pelatih, kapten tim Gardhika Arya mengapresiasi kerja keras rekan-rekannya yang tidak menyerah meski sempat tertinggal.
"Babak pertama tertinggal, tapi di paruh kedua kami sepakat pertandingan belum selesai. Tidak ada yang tidak mungkin jika kami kerja cerdas dan bekerja sama," ucap Gardhika optimis.
Kini, fokus Gresik United sepenuhnya tertuju pada tiga pertandingan terakhir. Konsistensi menjadi harga mati jika ingin tetap bertahan di kasta kompetisi saat ini dan tidak terlempar ke kasta bawah. (jar/han)
Editor : Hany Akasah