HBB ke-425, Ning Lia: Bawean Gresik Kian Cantik dan Memesona, Layak Jadi Destinasi Wisata Dunia

Hany Akasah • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 14:24 WIB
MOMENTUM EMAS : Senator Lia Istifhama ajak masyarakat kolaborasi majukan ekowisata, jaga konservasi rusa endemik, dan siap sambut dunia lewat Wonderful Sail 2026. (IST/ RADAR GRESIK)
MOMENTUM EMAS : Senator Lia Istifhama ajak masyarakat kolaborasi majukan ekowisata, jaga konservasi rusa endemik, dan siap sambut dunia lewat Wonderful Sail 2026. (IST/ RADAR GRESIK)

 

RADAR GRESIK - Hari Besar Bawean (HBB) ke-425 menjadi momentum untuk kembali mengangkat potensi Pulau Bawean sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Gresik.

Kekayaan alam, bahari, budaya, religi hingga keberadaan satwa endemik Rusa Bawean menjadi modal penting untuk membawa Pulau Putri semakin dikenal wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, turut menyampaikan ucapan selamat atas HBB ke-425. Senator yang akrab disapa Ning Lia itu berharap peringatan HBB tidak berhenti sebagai agenda budaya, tetapi menjadi momentum memperkuat promosi pariwisata sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Selamat Hari Besar Bawean ke-425. Semoga Pulau Putri semakin cantik, semakin memesona dan semakin dikenal sebagai destinasi wisata, bukan hanya di Indonesia tetapi juga dunia. Keindahan alam, kekayaan budaya dan keramahan masyarakat Bawean adalah kekuatan besar yang harus kita jaga dan promosikan bersama,” ujar Ning Lia.

Baca Juga: Dikukuhkan Jadi Dewan Pakar ICMI Jatim, Ning Lia Dorong ICMI Hadir Beri Solusi Bagi Masyarakat

Menurutnya, Bawean memiliki modal wisata yang relatif lengkap. Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mencatat berbagai destinasi di Bawean, di antaranya Danau Kastoba, Pulau Noko Gili, Noko Selayar, Pulau Gili, Pantai Labuhan, Pantai Mayangkara, Tanjung Gaang, Air Terjun Laccar, kawasan mangrove, air panas hingga penangkaran Rusa Bawean.

Sebelumnya, Pemkab Gresik bahkan telah membentuk UPT Destinasi Wisata Terpadu Kawasan Bawean. Unit tersebut bertugas mengelola, mengembangkan dan meningkatkan kualitas pelayanan destinasi wisata di Pulau Bawean dengan mengoptimalkan potensi wisata alam, religi, budaya, edukasi dan wisata keluarga.

“Bawean memiliki paket wisata yang lengkap. Ada laut, pantai, pulau-pulau kecil, air terjun, danau, wisata religi, budaya, kuliner serta kekayaan biodiversitas. Potensi sebesar ini harus terus diperkenalkan agar Bawean menjadi salah satu wajah pariwisata Jawa Timur dan Indonesia di mata dunia,” kata Ning Lia, yang juga Keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah tersebut.

Baca Juga: Pancasila Jadi Aksi Nyata di Akar Rumput, Ning Lia Apresiasi Program Kampung Pancasila Surabaya

Salah satu kekuatan Bawean adalah keberadaan Rusa Bawean (Axis kuhlii). Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur menyebut Rusa Bawean sebagai satwa endemik yang dilindungi dan hanya ditemukan di Pulau Bawean.

Keberadaan satwa tersebut sekaligus memperkuat potensi pengembangan ekowisata berbasis konservasi. BBKSDA Jawa Timur juga mencatat keberadaan kawasan konservasi seperti Cagar Alam Pulau Bawean dan Suaka Margasatwa Pulau Bawean.

Namun, pengembangan pariwisata harus berjalan beriringan dengan perlindungan ekosistem. Pada 2025, BBKSDA Jawa Timur bersama masyarakat melakukan patroli kawasan hutan Bawean untuk memantau biodiversitas dan gangguan kawasan. Dalam kegiatan tersebut, jejak Rusa Bawean turut terdata.

Menurut Ning Lia, keunikan tersebut harus menjadi bagian dari identitas wisata Bawean.

Baca Juga: Menangkan Lelang Lukisan Mbah Hasyim, Senator Lia Istifhama Dirikan Posko Bantu Kerja Jurnalis

“Bawean bukan hanya indah karena lautnya. Ada kekayaan hayati yang sangat khas, termasuk Rusa Bawean. Karena itu, promosi wisata harus sekaligus menjadi gerakan menjaga lingkungan dan konservasi. Jangan sampai pariwisata berkembang tetapi alamnya justru rusak,” tegasnya.

Momentum HBB ke-425 tahun ini semakin strategis karena beriringan dengan Wonderful Sail to Indonesia Chapter Bawean 2026. Informasi pelaksanaan kegiatan menyebut Bawean menjadi salah satu destinasi atau anchor point dalam rangkaian Wonderful Sail to Indonesia 2026.

Agenda di Bawean dijadwalkan pada 7–10 Oktober 2026 dan melibatkan para yachter internasional.

Pelaksanaan HBB yang berdekatan dengan agenda Wonderful Sail juga memiliki nilai historis. Penyelenggara HBB dan Wonderful Sail Indonesia Chapter Bawean 2026 menyebut kegiatan tersebut menghidupkan kembali semangat pelaksanaan HBB pada 2017 dan 2018 yang pernah beriringan dengan agenda Wonderful Sail Indonesia di Bawean.

Bagi Ning Lia, kehadiran wisatawan dari berbagai negara merupakan kesempatan promosi yang tidak boleh dilewatkan.

“Wonderful Sail menjadi momentum yang sangat baik untuk memperkenalkan Bawean kepada dunia. Ketika kapal-kapal wisata dari berbagai negara datang dan berlabuh, yang diperkenalkan bukan hanya panorama laut, tetapi juga budaya, kuliner, tradisi dan keramahan masyarakat Bawean,” ujarnya.

Data Pemerintah Kabupaten Gresik menunjukkan potensi pariwisata daerah terus berkembang. Dalam dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Gresik 2026, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kabupaten Gresik pada 2024 tercatat 18.655 orang, sedangkan wisatawan domestik mencapai 4.495.426 orang.

Angka tersebut menunjukkan besarnya pasar pariwisata Gresik. Namun, untuk menjadikan Bawean sebagai destinasi dengan jangkauan nasional dan internasional, pengembangan tidak cukup mengandalkan keindahan alam.

Baca Juga: Senator Cantik Ning Lia Sentuh Berbagai Elemen Masyarakat Madura Lewat Forum Kebudayaan

Peningkatan aksesibilitas, amenitas, kebersihan, keamanan, kualitas sumber daya manusia, promosi digital, konektivitas transportasi, serta fasilitas bagi wisatawan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem wisata kepulauan.

Karena itu, Ning Lia mendorong pengembangan Bawean dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, pelaku UMKM, komunitas wisata, pelaku usaha, akademisi dan media.

Ning Lia juga menekankan pentingnya memastikan pertumbuhan pariwisata memberikan manfaat langsung kepada masyarakat Bawean.

Menurutnya, wisatawan yang datang harus membuka peluang bagi masyarakat lokal melalui usaha kuliner, penginapan, transportasi, pemandu wisata, kerajinan, produk UMKM dan ekonomi kreatif.

“Pariwisata yang kuat bukan hanya tentang banyaknya wisatawan. Ukuran penting lainnya adalah seberapa besar masyarakat lokal mendapatkan manfaat ekonomi. Karena itu, UMKM, nelayan, pelaku usaha wisata, seniman dan masyarakat harus menjadi bagian utama dari ekosistem pariwisata Bawean,” tuturnya.(han)

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
Hari Besar Bawean Pesona Gresik wisata bawean Lia Istifhama BAWEAN