Pancasila Jadi Aksi Nyata di Akar Rumput, Ning Lia Apresiasi Program Kampung Pancasila Surabaya

Hany Akasah • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 15:13 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendapat apresiasi hangat dari Anggota DPD RI asal Jatim, Dr. Lia Istifhama (Ning Lia) (Foto : Ist/Radar Gresik)
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendapat apresiasi hangat dari Anggota DPD RI asal Jatim, Dr. Lia Istifhama (Ning Lia) (Foto : Ist/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Semangat gotong royong dan toleransi di Kota Pahlawan kembali bergelora. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya secara resmi kembali menghidupkan program Kampung Pancasila sebagai ruang sosial strategis untuk membangun kembali kepedulian antarwarga, nilai-nilai toleransi, hingga kemandirian masyarakat di tingkat akar rumput.

Lomba Kampung Pancasila 2026 yang diluncurkan pekan lalu menyedot antusiasme luar biasa dari warga kota. Sebanyak 1.360 Rukun Warga (RW) di seluruh wilayah Surabaya dilibatkan aktif untuk menggerakkan kembali ruh gotong royong serta menyelesaikan berbagai dinamika persoalan sosial di lingkungannya masing-masing.

Baca Juga: Asal Muasal Ning Lia Disapa Senator Cantik dan Humble, Julukan Luwes yang Berakar dari Jiwa Aktivis

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa Lomba Kampung Pancasila menjadi momentum emas untuk membumikan kembali kepribadian bangsa dalam kehidupan sehari-hari.

"Saya berharap dengan kembali kepada Kampung Pancasila ini, maka gotong royong, saling tolong menolong, dan saling menjaga kembali diperkuat di Kota Surabaya," ujar Wali Kota yang akrab disapa Cak Eri tersebut seusai meluncurkan program di Balai Kota Surabaya.

Langkah progresif Pemkot Surabaya tersebut mendapat apresiasi hangat dari Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia. Saat bertemu dengan Cak Eri di Balai Kota Surabaya, senator asli Surabaya yang senantiasa anggun berbusana kebaya dan bawahan batik ini menyebut keberlangsungan bangsa sangat bergantung pada sejauh mana nilai Pancasila dipraktikkan dalam tindakan nyata.

Baca Juga: Kenapa PPHN Kembali Dibahas? Ning Lia Tekankan Pentingnya Arah Pembangunan Berkelanjutan

"Kampung Pancasila merupakan bentuk konkret penerapan nilai-nilai luhur dalam kehidupan masyarakat. Saya berharap Surabaya dapat menjadi percontohan bagi daerah lain di Indonesia dalam menghidupkan nilai Pancasila di tingkat akar rumput," tegas Ning Lia.

Menurut Ning Lia, dalam konteks Kampung Pancasila, Pancasila tidak sekadar ditempatkan sebagai materi pendidikan kewarganegaraan atau simbol kenegaraan semata.

Nilainya ditransformasikan menjadi aksi sosial nyata: membantu tetangga, menjaga kelestarian lingkungan, menguatkan ekonomi warga, serta menyelesaikan persoalan bersama secara musyawarah.

Baca Juga: Stay Humble, Sisi Lain Ning Lia: Suka Makan Kaki Lima, Tetap Berjiwa Bintang Lima

Lebih lanjut, Ning Lia menekankan bahwa keberlangsungan suatu bangsa tidak hanya bersandar pada kekuatan institusi negara, melainkan juga ditentukan oleh soliditas civil society (masyarakat sipil).

Dalam forum kebangsaan bersama pemuda, Ning Lia sempat mengaitkan dinamika ini dengan pemikiran sosiolog Ibnu Khaldun mengenai siklus sosial dan potensi disintegrasi tatkala ikatan emosional serta rasa saling percaya (public trust) antara masyarakat dan negara melemah.

"Ketika warga terbiasa saling membantu, muncul solidaritas. Ketika masyarakat merasa didengar dan dilibatkan, kepercayaan dapat tumbuh. Dan ketika negara mampu hadir melalui kebijakan yang dirasakan manfaatnya, hubungan antara negara dan masyarakat menjadi semakin kuat," terang Ning Lia.

Baca Juga: Buka Gresik Umrah dan Hajj Fest 2026, Senator Lia Istifhama Dorong Layanan Jamaah Semakin Prima

Senator Jawa Timur ini menggarisbawahi tiga pilar utama keberlangsungan bangsa, yakni pendidikan berkualitas, demokrasi yang sehat, serta kesepakatan publik mengenai arah pembangunan nasional yang berorientasi pada generasi mendatang.

Tindakan nyata Pemkot Surabaya dalam menghidupkan Kampung Pancasila dinilai menjadi jembatan timbal balik yang memperkuat fondasi kebangsaan.

"Benang merahnya adalah hubungan timbal balik. Pemerintah membutuhkan kepercayaan masyarakat, sementara masyarakat membutuhkan pemerintah yang hadir dan bekerja nyata. Di antara keduanya terdapat ruang sosial yang disebut civil society, dan Kampung Pancasila menjadi salah satu ruang terbaik untuk merealisasikannya," pungkas Ning Lia. (han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
Pancasila surabaya gresik Lia Istifhama Ery Cahyadi