Asal Muasal Ning Lia Disapa Senator Cantik dan Humble, Julukan Luwes yang Berakar dari Jiwa Aktivis

Hany Akasah • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 22:40 WIB
Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama,. (Foto : Ist/Radar Gresik)
Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama,. (Foto : Ist/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Ada dua sapaan khas yang kian lekat dengan sosok Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, yakni "Senator Cantik" dan "Humble".

Dua julukan ini berkembang dari ruang serta kesan yang berbeda di tengah masyarakat, mencerminkan perpaduan antara kapasitas intelektual dan kedekatan emosional tanpa jarak.

Sebutan "Cantik" sejatinya telah lama dikenal sebelum keponakan mantan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ini melenggang ke Senayan. Identitas tersebut dipadukan dengan gagasan substansial melalui tagline CANTIK, yang merupakan akronim dari Cerdas, Inovatif, dan Kreatif.

Baca Juga: Kenapa PPHN Kembali Dibahas? Ning Lia Tekankan Pentingnya Arah Pembangunan Berkelanjutan

Sementara sapaan "Humble" lahir secara murni dari pengalaman langsung warga yang berinteraksi dengan cara berkomunikasinya yang membumi.

Pengamat politik Mubarok menilai, identitas tersebut bukanlah sekadar urusan estetika visual semata, melainkan pesan kuat tentang bagaimana perempuan hadir di ruang publik dengan kapasitas, gagasan, serta kontribusi nyata.

"Jauh sebelum menjadi senator, identitas tersebut sebenarnya sudah muncul dalam perjalanan Ning Lia sebagai aktivis perempuan. Hingga akhirnya kini melekat menjadi tagline dan merepresentasikan sosok Ning Lia yang memang parasnya cantik serta dekat dengan masyarakat," terang Mubarok.

Baca Juga: Stay Humble, Sisi Lain Ning Lia: Suka Makan Kaki Lima, Tetap Berjiwa Bintang Lima

Bagi Ning Lia sendiri, sebutan cantik memiliki dimensi filosofis dalam mengemban amanah publik.

"Cantik bisa dimaknai sebagai Cerdas, Inovatif, dan Kreatif. Jadi bukan soal rupa, tapi cara berpikir dan bersikap dalam melayani masyarakat," tutur Ning Lia.

Sapaan "cantik" kerap bergema secara spontan dari warga saat Ning Lia hadir di berbagai agenda kemasyarakatan. Salah satunya ketika ia memberikan sambutan dalam kegiatan bakti sosial di Kutisari beberapa waktu lalu. Sri Lestari, salah seorang warga yang hadir, mengungkapkan bahwa selain mengusung tagline yang bernilai, kepribadian Ning Lia memang menyejukkan.

"Cantik dan baik orangnya. Selalu ramah dan tersenyum di mana pun bertemu," puji Sri.

Baca Juga: Buka Gresik Umrah dan Hajj Fest 2026, Senator Lia Istifhama Dorong Layanan Jamaah Semakin Prima

Di sisi lain, atribut "Humble" makin menguat dari berbagai momen interaksi tanpa sekat. Terbukti saat berbaur dengan warga di kawasan Wonocolo, Surabaya, Ning Lia bahkan tak segan berjalan tanpa alas kaki (nyeker). Tokoh masyarakat Wonocolo, H. Muhaimin, menggambarkan Ning Lia sebagai figur yang sangat sederhana.

Kehangatan tersebut terus berlanjut dalam kiprahnya sebagai wakil daerah. Pada September 2026, Ning Lia mendatangi mahasiswa baru di Pondok Pesantren Mahasiswa Al Masykuriyah, Wonocolo.

Pertemuan dikemas santai layaknya percakapan antara kakak dan adik. Begitu pula saat ia menggelar silaturahmi dengan PC Fatayat NU Kota Surabaya pada Maret 2026 untuk mengulas penguatan dan pemberdayaan perempuan.

Baca Juga: Aset Rp3,1 Miliar Terancam Melayang Akibat Utang, Ning Lia Desak Negara dan Hakim Hadirkan Keadilan

Rangkaian aktivitas turun ke bawah (turba) tersebut melahirkan istilah lokal yang menggambarkan karakter komunikasinya: "Wani Mudhun Ngisor" atau berani turun ke bawah menyapa rakyat kecil.

Kebiasaan menyapa warga secara langsung ini tetap dipelihara secara konsisten meskipun dirinya telah menjabat sebagai Anggota DPD RI. Ning Lia aktif mengelilingi berbagai daerah di Jawa Timur untuk menyerap aspirasi di bidang pendidikan, kesehatan, hingga isu perlindungan perempuan dan anak.

Kesan mendalam itu turut dirasakan oleh warga di luar Surabaya. Wiwik Setyowati, salah seorang warga Kabupaten Gresik, mengaku kagum dengan kesederhanaan sang senator.

Baca Juga: Menangkan Lelang Lukisan Mbah Hasyim, Senator Lia Istifhama Dirikan Posko Bantu Kerja Jurnalis

"Saya pernah melihat Ning Lia 'nyeker' waktu berjalan, orangnya sangat ramah dan suka menyapa duluan," kenang Wiwik.

Seluruh aspirasi yang diserap dari sapaan hangat di akar rumput tersebut lantas diolah dan diperjuangkan Ning Lia di meja forum pembahasan DPD RI, membuktikan bahwa predikat "Senator Cantik dan Humble" yang disematkan publik padanya berdiri di atas kerja nyata. (han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
cantik gresik humble Lia Istifhama DPD RI