Jejak Kepeduliannya Dirasakan Warga, Ning Lia Dinilai Jadi Sukma Madura

Hany Akasah • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:26 WIB
Sosok Senator Jatim, Lia Istifhama (Ning Lia), dinilai dekat dengan masyarakat Madura bukan sekadar saat momentum politik, melainkan lewat kehadiran yang berkelanjutan. (Foto : Ist/Radar Gresik)
Sosok Senator Jatim, Lia Istifhama (Ning Lia), dinilai dekat dengan masyarakat Madura bukan sekadar saat momentum politik, melainkan lewat kehadiran yang berkelanjutan. (Foto : Ist/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia, dinilai sebagai sosok yang memiliki kedekatan emosional dan historis yang kuat dengan masyarakat Madura.

Kepeduliannya disebut bukan sekadar hadir dalam momentum politik tertentu, melainkan telah terbangun jauh sebelum dirinya menjabat sebagai senator.

Penilaian tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Pakar Himpunan Pengusaha Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HIPKA) Kabupaten Bangkalan, Abdullah Amas.

Baca Juga: Lagi-Lagi Dapat Apresiasi, Senator Cantik dan Humble Lia Istifhama Raih Radar Jember Award

Menurutnya, Ning Lia merupakan salah satu figur pejabat publik yang paling konsisten memberikan perhatian nyata terhadap pembangunan dan dinamika masyarakat di Pulau Garam.

"Pertama, dia paling peduli dari sisi kepedulian sejak lama. Jauh sebelum jadi DPD RI dia paling peduli kepada Madura seperti turba dan seterusnya," tegas Amas.

Amas menambahkan, pasca-terpilih sebagai anggota DPD RI, perhatian Ning Lia terhadap Madura tidak melandai, melainkan semakin intensif. Ia dinilai semakin aktif turun ke berbagai pelosok wilayah untuk menyerap aspirasi warga secara langsung.

Baca Juga: Senator Ning Lia Istifhama Ajak Mahasiswa Universitas Wiraraja Sumenep Jaga Demokrasi dan Persatuan

"Pasca jadi DPD RI pun Ning Lia juga sangat kencang turun ke Madura. Ketiga, Ning Lia juga rajin merawat ormas maupun perantau asal Madura di manapun, baik di Jatim maupun yang ada di Jakarta," lanjutnya.

Guna menggambarkan kedekatan emosional tersebut, Amas menggunakan istilah "Sukma Madura". Istilah ini mencerminkan sosok yang tidak hanya membawa nama Madura di kancah publik, tetapi juga betul-betul memahami denyut nadi, budaya, dan cita-cita masyarakatnya.

"Madura ini punya sukma. Dan Ning Lia saya lihat mampu menjadi bagian dari sukma Madura itu, karena kedekatan dan kepeduliannya sudah terbangun sejak lama," ungkap Amas.

Baca Juga: Makin Terintegrasi Secara Digital, Senator Lia Istifhama Kagumi Layanan Lapor PAK milik DP3AK Jatim

Bahkan, Amas menggunakan kiasan "Supersemar" untuk menggambarkan posisi strategis Ning Lia dalam mengakselerasi potensi daerah.

"Kalau Soeharto jaya karena surat Supersemar, maka Ning Lia adalah Supersemarnya Madura. Madura kalau ketemu Ning Lia baru menyalanya semakin hebat dan naik jauh," selorohnya.

Rekam jejak kepedulian Ning Lia dinilai komprehensif karena menyentuh berbagai aspek strategis di Madura:

Baca Juga: Senator Lia Istifhama di Surabaya Perkuat Pendidikan Anak Usia Dini

Amas meyakini bahwa hubungan yang didasari konsistensi, kehadiran nyata, dan komitmen pengabdian seperti yang ditunjukkan Ning Lia akan menjadi modal penting bagi percepatan pembangunan di Pulau Madura.

"Harapannya, sinergi antara wakil rakyat, pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, pengusaha, dan generasi muda dapat terus diperkuat sehingga potensi Madura semakin berkembang dan memberi manfaat luas bagi masyarakat," pungkasnya. (han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
senator Madura gresik Lia Istifhama Bangkalan