Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Ratusan Oknum Anggota Perguruan Silat di Dua Kota Ini Diduga Keroyok Petugas Kepolisian dan Konvoi di Mapolres

Hany Akasah • Kamis, 25 Juli 2024 | 02:04 WIB
BENTROK : Anggota Resmob Satreskrim Polres Gresik saat mengamankan para oknum perguruan silat yang bentrok dengan anggota perguruan lain saat bagi takjil, Desa Dungus, Kecamatan Cerme.
BENTROK : Anggota Resmob Satreskrim Polres Gresik saat mengamankan para oknum perguruan silat yang bentrok dengan anggota perguruan lain saat bagi takjil, Desa Dungus, Kecamatan Cerme.

RADAR GRESIK-Dua hari ini masyarakat Indonesia viral nya kasus pengeroyokan yang melibatkan anggota perguruan silat. Seperti di Jember, Jawa Timur, 22 anggota perguruan silat harus berurusan dengan pihak kepolisian usai melakukan pengeyorokan di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Kapolres Jember, AKBP Bayu Pratama Gubunagi mengungkapkan, puluhan orang tersebut sudah diserahkan langsung oleh pengurus perguruan silat setempat ke kantor polisi. “Sementara, beberapa orang lain yang terindikasi melakukan pengeroyokan telah dijemput paksa oleh petugas,” jelas Kapolres Jember.

Dikuti dari Radarjember.jawapos.com, Senin (22/7/2024), peristiwa itu bermula ketika anggota Polsek Kaliwates, Jember melakukan patroli pada Senin (22/7/2024) pukul 01.00 WIB.

Kelima anggota Polsek Kaliwates, Jember yang melakukan patroli adalah Aiptu Agus Sutikno, Aipda Kusnadi, Aipda Parmanto Indrajaya, Bripka Radya, dan Bripka Andre.

Mereka melakukan patroli dan pengamanan di Jalan Hayam Wuruk, Kaliwates, Jember tepatnya di lampu merah simpang tiga Transmart.

Bayu Pratama menuturkan, kelima anggota tersebut melakukan pengaturan lalu lintas karena oknum pesilat sedang konvoi dan memblokade jalan di simpang tiga Transmart. Mereka juga menghalau rombongan anggota perguruan silat yang ingin menutup jalan tersebut

Polisi Aiptu Agus Sutikno dan Aipda Kusnadi kemudian memberikan imbauan untuk tidak menutup jalan.

Beberapa saat kemudian, mobil patroli dilempari batu oleh rombongan PSHT. Aipda Parmanto yang ada dalam mobil patroli dikeroyok massa dan mengalami luka hingga dibawa ke Rumah Sakit (RS) Kaliwates, Gresik.

“Kondisi anggota kami dalam keadaan sadar, stabil dan tidak ada luka yang berarti,” ungkap Bayu Pratama

Dilansir pihaknya juga sudah mengimbau kepada anggota perguruan silat agar tidak melakukan konvoi untuk menyambut anggota baru.

“Ada masalah tadi malam, kami ketua cabang, ketua ranting merasa prihatin dan mohon maaf,” kata Jono dikutip dari Radar Jember.

Sementara itu, dikutip dari radarsolo.jawapos.com, ratusan anggota perguruan pencak silat memenuhi ruas Jalan Lawu depan kantor Mapolres Karanganyar. Sehingga pihak kepolisian menyiram gas air mata. Akibatnya, aksi itu membuat ricuh.

Setelah ricuh, petugas kepolisian mengamankan kendaraan oknum pesilat di Mapolres Gresik.

Kapolres Karanganyar Jawa Tengah AKBP Jerrold Hendra Kumontoy membenarkan ratusan anggota perguruan kedapatan nekat mendatangi kantor Mapolres Karanganyar.

Kapolres mengungkapkan, aksi tersebut merupakan miskomunikasi antara petugas Polres Karanganyar dengan sejumlah anggota perguruan pencak silat yang sebelumnya menggelar konvoi usai pengesahan anggota baru di kawasan Karanganyar Kota dan Tasikmadu.

”Hanya miskomunikasi saja, mereka ingin mengambil kendaraan mereka yang kami amankan lantaran diduga melanggar,” terang kapolres, Selasa (23/7/2024). (han)

Editor : Hany Akasah
#jawa timur #Jember #jawa tengah #karanganyar #Pengeroyokan #Jalan #Perguruan Silat #konvoi