Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Resahkan Warga Saat Sahur, Delapan Anggota Gangster Diringkus Polres Gredik

Yudhi Dwi Anggoro • Sabtu, 28 Februari 2026 | 08:06 WIB

DIAMANKAN : Delapan orang pemuda pelaku dugaan penganiyaan saat diamankan di Mapolres Gresik.
DIAMANKAN : Delapan orang pemuda pelaku dugaan penganiyaan saat diamankan di Mapolres Gresik.

RADAR GRESIK - Aksi brutal sekelompok pemuda yang kerap melakukan sweeping dan kekerasan jalanan di kawasan Jalan Kalimantan, Perumahan Gresik Kota Baru (GKB), akhirnya berakhir di tangan pihak kepolisian.

Tim Resmob Satreskrim Polres Gresik berhasil mengamankan delapan orang pemuda yang diduga kuat terlibat dalam penganiayaan terhadap seorang remaja berinisial TS (16) pada Minggu dini hari (22/2) lalu.

Peristiwa mencekam tersebut terjadi saat warga tengah bersiap untuk santap sahur. Kelompok ini diketahui melakukan konvoi besar-besaran dengan tujuan mencari lawan dari kelompok lain. Nahas, korban TS menjadi sasaran kekerasan gerombolan tersebut hingga mengalami luka-luka.

Kanit Resmob Satreskrim Polres Gresik, Ipda Andi Muh Asyraf Gunawan, mengungkapkan bahwa motif para pelaku murni untuk mencari tantangan antarkelompok, sebuah pola yang kerap ditemukan pada fenomena gangster remaja.

"Seperti modus gengster pada umumnya. Mereka berkeliling untuk mencari lawan tanding dengan menargetkan kelompok berbeda," ujar Ipda Andi pada Jumat (27/2).

Dari delapan orang yang diamankan, kepolisian telah mengerucutkan pemeriksaan dan menetapkan dua orang sebagai tersangka utama, yakni H (18) asal Kota Gresik dan K (17) asal Kecamatan Manyar.

H diduga bertindak sebagai otak di balik aksi brutal tersebut, sedangkan K berperan sebagai provokator. Keduanya diketahui turut melakukan tindakan fisik berupa penendangan terhadap korban.

Sementara itu, enam pemuda lainnya saat ini masih berstatus sebagai saksi. Meski mereka mengaku hanya ikut dalam iring-iringan konvoi tanpa melakukan kekerasan langsung, pihak kepolisian tetap melakukan pendalaman kasus secara intensif.

“Masih kami dalami. Mohon waktu. Yang pasti akan ada sanksi sosial sebagai efek jera,” tegas Ipda Andi.

Kapolres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution, memberikan peringatan keras kepada kelompok-kelompok serupa yang masih berniat mengganggu kondusivitas di Kota Pudak.

Beliau menegaskan telah membentuk tim khusus untuk memburu para pelaku kriminalitas jalanan, terutama di titik-titik rawan saat tengah malam hingga menjelang subuh.

"Kami sudah membentuk tim khusus untuk mengungkap rangkaian kriminalitas yang terjadi. Silakan menyerahkan diri sebelum diringkus petugas," tutur AKBP Ramadhan Nasution.

Penangkapan ini diharapkan dapat meredam keresahan masyarakat Gresik yang belakangan ini merasa terancam dengan maraknya aksi geng motor.

Polisi memastikan akan meningkatkan frekuensi patroli gabungan guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terlebih di tengah suasana bulan suci Ramadan. (yud/han) 

Editor : Hany Akasah
#SAHUR #GKB #gengster #gresik #polres