Lanjuti Aduan Kelangkaan BBM, Polres Gresik Sidak SPBU dan Amankan 14 Motor Bertangki Modifikasi

Yudhi Dwi Anggoro • Dipublikasikan Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:38 WIB
TERIMA ADUAN : Polres Gresik saat menindaklanjuti aduan masyarakat terkait kelangkaan BBM di beberapa SPBU di Gresik. (Foto : Ist/Radar Gresik)
TERIMA ADUAN : Polres Gresik saat menindaklanjuti aduan masyarakat terkait kelangkaan BBM di beberapa SPBU di Gresik. (Foto : Ist/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Polres Gresik bergerak cepat menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite.

Petugas melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sekaligus mengamankan 14 orang beserta 14 unit sepeda motor bertangki modifikasi yang diduga digunakan untuk menimbun BBM bersubsidi.

Langkah tegas ini diambil usai kepolisian menerima aduan marak dari warga melalui media sosial serta kanal aduan Lapor Cak Rama. Satreskrim Polres Gresik langsung menerjunkan personel untuk menyisir ketersediaan stok serta menelusuri potensi kecurangan dalam rantai distribusi BBM.

Baca Juga: Tragedi Berdarah di Toko Bangunan, Polres Gresik Ungkap Pelaku Melapor Sendiri Usai Habisi Tunangan

Adapun tiga lokasi yang disidak petugas di antaranya SPBU Petrokimia di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, SPBU Sentolang di Jalan Veteran, serta SPBU Veteran di wilayah Kecamatan Kebomas.

Dari hasil pemeriksaan lapangan, ketersediaan Pertalite dan Solar di beberapa SPBU memang terpantau sangat terbatas hingga mengalami kekosongan. Berdasarkan keterangan pengawas SPBU, kondisi tersebut dipicu oleh adanya penyesuaian teknis dan perubahan jalur pengambilan pasokan BBM yang dialihkan dari Depo Surabaya ke Depo Tuban.

Namun di tengah kendala pasokan tersebut, polisi justru menemukan dugaan praktik penyalahgunaan Pertalite bersubsidi di wilayah Kebomas.

Baca Juga: Berhasil Ciptakan Komunikasi yang adaptif dan kredibel, PKG Borong Penghargaan Kehumasan 2026

Kasatreskrim Polres Gresik, AKP Mohammad Prasetyo, menjelaskan bahwa pada Selasa (6/10), jajaran Polsek Kebomas berhasil mengamankan 14 pengendara yang kedapatan mengangkut BBM menggunakan motor bertangki rakitan/modifikasi.

“Berdasarkan keterangan awal, BBM bersubsidi tersebut dibeli menggunakan sepeda motor bertangki modifikasi. Selanjutnya, Pertalite dipindahkan ke dalam jeriken lalu dikemas ke botol-botol untuk dijual kembali di warung kelontong milik masing-masing seharga Rp 12.000 per liter,” kata AKP Mohammad Prasetyo.

Menindaklanjuti temuan itu, Unit Tindak Pidana Tertentu (Pidsus) Satreskrim Polres Gresik mendatangi Polsek Kebomas pada Rabu (7/10) untuk memberikan pembinaan. Sebanyak 14 orang tersebut didata, diminta menandatangani surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya, serta diwajibkan mengembalikan bentuk tangki sepeda motor mereka ke kondisi standar pabrikan sebelum kendaraan dikembalikan.

Baca Juga: Terekam CCTV Masuk Lewat Jendela Dapur, Maling Gasak Laptop Hingga Uang Tunai di Perumahan Driyorejo

Ke depan, Polres Gresik memastikan bakal memperketat pengawasan dan pemeriksaan secara berkala di seluruh SPBU se-Kabupaten Gresik guna menjamin kelancaran distribusi BBM serta mencegah aksi pengerukan keuntungan pribadi atas BBM bersubsidi.

AKP Mohammad Prasetyo turut mengimbau warga agar tidak segan melaporkan indikasi kecurangan distribusi BBM maupun gangguan kamtibmas di lingkungannya melalui layanan Lapor Cak Rama di nomor WhatsApp 081188002006 atau via Call Center 110. (yud/han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
SPBU gresik BBM Pertalite polres