RADAR GRESIK – Polres Gresik bergerak cepat menyelidiki dugaan aksi pemerasan dan pengancaman yang dialami seorang perempuan oleh oknum yang mengaku sebagai debt collector (DC) pinjaman online (pinjol).
Korban mendapat ancaman penyebaran data pribadi hingga rekayasa foto syur jika tidak menyetorkan sejumlah uang.
Insiden ini terungkap saat korban mendatangi SPKT Polsek Manyar dalam kondisi menangis histeris. Saat bersamaan, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution tengah melakukan kunjungan kerja di polsek setempat dan menyaksikan langsung kondisi korban.
Baca Juga: Tragedi Berdarah di Toko Bangunan, Polres Gresik Ungkap Pelaku Melapor Sendiri Usai Habisi Tunangan
Kapolres Gresik menjelaskan bahwa pihaknya langsung mengarahkan dan mengawal penanganan kasus tersebut ke Mapolres Gresik agar segera ditangani oleh Satreskrim.
"Kebetulan hal yang dilaporkan adalah terkait dengan kegiatan pinjol. Kami melayani pelapor tersebut yang kebetulan kami melihat ibu-ibu sedang menangis di SPKT Polsek Manyar," kata Ramadhan di Mapolres Gresik.
Berdasarkan keterangan awal, pelaku menghubungi korban menggunakan nomor asing dan mengaku dari pihak aplikasi pinjol. Pelaku kemudian melancarkan ancaman akan menyebarkan data pribadi beserta sejumlah foto syur yang diklaim milik korban. Namun, korban secara tegas membantah foto tersebut adalah dirinya.
Baca Juga: Tekan Angka Kecelakaan, Satlantas Polres Gresik dan Ditlantas Polda Jatim Audit Jalan Raya Krikilan
"Kami mengecek langsung memang ada pemerasan dan ancaman yang diberikan oleh salah satu nomor yang mengaku dari pinjaman online," jelasnya.
Akibat tekanan dan rasa takut, korban mengaku sempat menuruti permintaan pelaku dengan mentransfer sejumlah uang secara bertahap. Total kerugian materiil yang dialami korban diperkirakan mencapai Rp 2,9 juta hingga Rp 3 juta.
AKBP Ramadhan menegaskan bahwa kepolisian memberikan atensi penuh terhadap laporan masyarakat ini. Pihaknya berinisiatif mendampingi korban secara langsung dari Polsek Manyar menuju Polres Gresik demi penanganan yang cepat dan tepat.
Baca Juga: Lawan Petugas Saat Disergap, Dua Spesialis Curanmor Minimarket Ditembak Resmob Polres Gresik
Saat ini, penyidik Satreskrim Polres Gresik masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengidentifikasi pemilik nomor telepon serta mengusut tuntas jaringan dugaan pemerasan tersebut.
"Saat ini kami sedang melaksanakan penyelidikan, mudah-mudahan dalam waktu dekat segera terungkap, supaya tidak ada korban-korban lainnya di wilayah Gresik khususnya," pungkasnya. (yud/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik