RADAR GRESIK – Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Timur berhasil membongkar sindikat penyelundupan narkotika jaringan internasional Thailand–Malaysia–Indonesia.
Operasi gabungan ini dilakukan di Kompleks Pergudangan Prambanan Bizland Blok SA-33, Desa Cerme Lor, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Kamis (2/7).
Dalam penggerebekan tersebut, petugas menyita sekitar 3,37 ton narkotika jenis kuncup bunga cannabinoid. Barang bukti bernilai fantastis sekitar Rp 4 triliun ini ditemukan tersimpan di dalam empat kontainer yang berisi puluhan kardus dan 79 koper. Narkotika tersebut diduga kuat akan diedarkan dan digunakan sebagai bahan campuran cairan rokok elektrik (liquid vape).
Selain menyita barang bukti, petugas juga mengamankan 12 orang yang diduga terlibat dalam jaringan penyelundupan tersebut.
Kepala BNN RI, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari operasi bersama (joint operation) yang dirancang untuk memutus mata rantai peredaran narkotika lintas negara.
"Pengungkapan jaringan internasional Thailand–Malaysia–Indonesia ini merupakan hasil joint operation BNN RI bersama Bea Cukai," ujar Komjen Pol. Suyudi.
Baca Juga: Sindikat Internasional Terendus, BNN Bongkar Gudang Narkotika di Cerme Gresik
Lebih lanjut, Suyudi menjelaskan dari belasan orang yang diamankan, terdapat satu orang warga negara asing (WNA). Petugas saat ini masih melakukan pengembangan dan memburu pelaku lain yang dilaporkan melarikan diri ke negara tetangga.
Sementara itu, sisanya merupakan warga negara Indonesia yang bekerja sebagai kurir. "Untuk warga Indonesia yaitu sopir dan pegawai kargo," jelasnya.
Kepala Bea Cukai Indonesia, Letjen TNI (Purn.) Djaka Budhi Utama, menambahkan bahwa pengungkapan besar ini bermula dari kecurigaan dan pemeriksaan ketat terhadap jalur masuk barang di pelabuhan. Petugas kemudian melakukan penelusuran hingga berhasil menemukan gudang penyimpanan utama di wilayah Gresik.
Baca Juga: HGU Habis, Pemkab Gresik Fasilitasi Polemik Lahan Eks Tambang Semen Indonesia
“Kami bersama-sama membongkar jaringan Thailand–Indonesia melalui pengecekan di pelabuhan. Setelah dilakukan pendalaman, barang tersebut terlacak hingga Kabupaten Gresik,” kata Djaka.
Djaka menegaskan bahwa Bea Cukai akan terus memperkuat koordinasi dengan BNN serta aparat penegak hukum terkait untuk mengusut tuntas jaringan ini hingga ke akarnya. "Kami berkomitmen menjaga bangsa ini dari peredaran narkotika yang merupakan musuh dunia," tegasnya.
Hingga saat ini, BNN RI dan Bea Cukai Jawa Timur masih terus mendalami peran dari 12 orang yang diamankan, memetakan jalur distribusi tersembunyi, serta menyelidiki kemungkinan keterlibatan jaringan internasional lainnya dalam kasus ini.
Baca Juga: Momentum Hari Bhayangkara ke-80, Pemkab dan Polres Gresik Perkuat Sinergi Dukung Pembangunan Daerah
Penggagalan penyelundupan ini dinilai sangat krusial karena berpotensi menyelamatkan jutaan generasi muda dari bahaya narkotika jenis baru. (yud/han)
Editor : Hany Akasah