RADAR GRESIK — Video dugaan tindakan kekerasan yang menimpa sejumlah pelajar di Desa Domas, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, sempat menjadi perbincangan hangat usai viral di media sosial Instagram. Namun, perselisihan tersebut kini telah resmi berakhir damai secara kekeluargaan setelah dimediasi oleh pihak kepolisian.
Peristiwa yang terjadi pada Selasa (9/6) sekitar pukul 14.00 WIB ini awalnya terekam dalam video berdurasi 1 menit 47 detik dan diunggah oleh akun Instagram @moodindonesia.co. Dalam video tersebut, tampak seorang pria memarahi sejumlah pelajar yang sedang berkumpul, hingga memicu beragam reaksi dari warganet.
Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh pihak kepolisian, kejadian bermula saat sejumlah pelajar SMP tengah berkumpul di teras sebuah rumah di Desa Domas. Mereka sedang mengerjakan tugas kelompok sekaligus berlatih untuk persiapan pentas seni.
Baca Juga: Hasil Piala Dunia 2026: Amerika Serikat Pesta Gol ke Gawang Paraguay, Kanada Ditahan Imbang Bosnia
Aktivitas tersebut rupanya diselingi canda tawa. Suara bising yang ditimbulkan diduga membuat salah seorang tetangga merasa terganggu.
Seorang mahasiswa setempat berinisial BDS (22) kemudian datang menegur para pelajar tersebut. BDS meminta mereka untuk tidak membuat kegaduhan karena saat itu adalah waktu istirahat siang, ditambah lagi ada warga sekitar yang sedang sakit.
Situasi sempat mereda, namun kembali memanas ketika beberapa teman pelajar lainnya datang. Saat hendak pulang, mereka kembali tertawa dengan suara keras. Hal ini memicu emosi BDS. Pria tersebut langsung mendatangi rumah tempat berkumpulnya para pelajar dalam keadaan marah.
Baca Juga: Viral Grup Gay Facebook di Gresik, Dinas Kesehatan Imbau Kewaspadaan Dampak Penularan HIV/AIDS
Dari hasil penyelidikan kepolisian, dua pelajar berusia 15 tahun menjadi korban dalam insiden luapan emosi tersebut. Korban diketahui bernama MA dan NC, keduanya merupakan siswa salah satu SMP di Gresik Selatan.
Dalam aksi spontan tersebut, pelaku diduga memukul bagian belakang kepala MA sebanyak satu kali dan menendang punggung Nugraha sebanyak satu kali sebelum akhirnya meninggalkan lokasi kejadian.
Merespons video yang terlanjur viral di jagat maya, Kapolsek Menganti AKP Arif Rahman menegaskan bahwa anggotanya langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan ke lapangan.
Baca Juga: Gulung Jaringan Lintas Kabupaten, Satresnarkoba Polres Gresik Bekuk Lima Pengedar Pil Koplo dan Sabu
"Pihak kami langsung menindaklanjuti laporan yang beredar di media sosial. Anggota kami langsung mendatangi lokasi kejadian, meminta keterangan saksi, korban, dan pelaku, serta berkoordinasi dengan perangkat Desa Domas," jelas AKP Arif Rahman.
Setelah mempertemukan kedua belah pihak, Polsek Menganti akhirnya berhasil memfasilitasi jalan tengah melalui dialog.
"Setelah dilakukan mediasi di Polsek Menganti, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan. Pertimbangannya karena antara korban dan pelaku ini masih bertetangga," ujar AKP Arif Rahman pada Jumat (12/6).
Baca Juga: Jamin Hak Pendidikan, Pemkab Gresik Segera Pulangkan Enam Anak Pekerja Migran dari Malaysia
Sebagai bentuk pertanggungjawaban dan penyelesaian perkara, pelaku BDS telah melakukan beberapa poin kesepakatan.
Yakni membuat surat pernyataan tertulis untuk tidak mengulangi perbuatannya, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui rekaman video di hadapan orang tua korban, serta menanggung dan memberikan biaya pengobatan kepada para korban.
"Korban dan pelaku juga sudah menandatangani surat kesepakatan bersama yang menyatakan bahwa perkara ini telah diselesaikan secara damai," pungkas AKP Arif Rahman. (yud/han)
Editor : Hany Akasah