RADAR GRESIK – Tim Robotik SD NU-1 Trate Gresik sukses mencetak prestasi gemilang dengan meraih enam kejuaraan dalam ajang bergengsi International Robot Competition (IRTC) 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia.
Keberhasilan ini tidak hanya mengharumkan nama sekolah dan Gresik, tetapi juga membuktikan kualitas siswa Indonesia di kancah robotik internasional.
Prestasi luar biasa ini diraih oleh empat siswa yang didampingi oleh Bapak Ahmad Rhilo Pambudi. Mereka sukses membawa pulang enam gelar juara, termasuk tiga gelar juara pertama.
Diantaranya Juara 1 Maze Solving, Juara 1 Best Point Close Category Soccer 1kg, Juara 1 Close Category Soccer 1kg, Juara 2 Open Soccer 500gr, Juara 2 Best Point Soccer Berkaki, Juara 2 Open Category Sumo 500gr.
Sekembalinya di Gresik, para jawara cilik ini disambut dengan kirab meriah di hadapan lebih dari 700 siswa lain, diiringi oleh alunan hadrah ekstrakurikuler sekolah.
Kepala SD NU Trate Gresik, Mohamad Nastain, S.Ag, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya yang tinggi. Ia menegaskan bahwa prestasi ini mematahkan anggapan bahwa lomba robotik hanya didominasi sekolah di kota-kota besar.
“Alhamdulillah siswa-siswi ini bisa mengharumkan nama sekolah. Kejuaraan ini sangat prestisius, dan mereka patut diapresiasi karena menghadapi persaingan ketat dari delapan negara,” ujar Nastain. Ia menambahkan bahwa kemenangan ini membuktikan SDNU Trate tetap aktif menampilkan berbagai ekstrakurikuler unggulan.
Salah satu peraih juara, Shafiyyah Aisya Thoriq, menceritakan pengalamannya selama kompetisi tiga hari dua malam tersebut. Ia mengaku sempat panik dan hampir menangis karena robotnya mengalami eror pada sensor yang sangat peka.
Masalah ini dipicu oleh perbedaan karpet arena lomba di Malaysia yang sangat berbeda dengan tempat latihan harian di sekolah.
"Untungnya lawan-lawan juga mengalami hal serupa. Kami harus memanfaatkan logika dalam mengatur coding," kata Adeeva, yang bersama timnya menguasai coding di luar jam sekolah.
Meskipun baru pertama kali berkompetisi di tingkat internasional, tim yang beranggotakan Adeeva Afsheen Myesha, Muhammad Aiman Asshiddiq, Ghazwan Shirajuddin Thoriq, dan Shafiyyah Aisya Thoriq ini mampu mengatasi tantangan.
Mereka bahkan berhasil mengalahkan pesaing terberat dari tuan rumah Malaysia yang memiliki peralatan lengkap, dalam tiga kali pertandingan sistem turnamen.
Sementara itu, salah satu wali murid, Dr. H. Alfinah yang ikut mengantar, mengungkapkan rasa harunya. "Kesuksesan ini adalah hasil dari doa. Kami berterima kasih kepada pelatih dan para guru yang support siswa latihan setiap hari. Ini juga membantu siswa meningkatkan kemandirian sehingga mampu bersaing," katanya.
Keberhasilan ini dicapai berkat kerja sama tim yang solid, mulai dari membagi tugas kalibrasi, merakit robot, hingga strategi perlombaan yang selalu diawali dengan doa. (rir/han)
Editor : Hany Akasah