RADAR GRESIK - Sebanyak 21 anak berkebutuhan khusus (ABK) yang tergabung dalam grup Cinta ABK turut memeriahkan peringatan Hari Dokter Indonesia ke-74. Acara yang digelar oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Gresik itu dimeriahkan dengan Gresik Medical Update di atrium Gresmall, Jumat (18/10).
Acara yang dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik dr Mukhibatul Husna, MM, M Kes. Hadir pula kepala rumah sakit dan klinik se-Kabupaten Gresik, kepala puskesmas se- Gresik, para organisasi profesi kesehatan, serta jajaran tenaga kesehatan.
“Saya mengapresiasi keluarga besar IDI dan IIDI yang bisa melangsungkan kegiatan luar biasa ini. Kami juga mengapresiasi peran lembaga kesehatan mengenai kepeduliannya terhadap masyarakat Gresik dan ABK,” ungkap dr Khusna.
Grup Cinta ABK tersebut merupakan binaan Puskesmas Sukomulyo di bawah naungan Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI). Ini merupakan bentuk kepedulian IIDI dan Puskesmas Sukomulyo terhadap anak berkebutuhan khusus. Layaknya artis, mereka tampil percaya diri di hadapan para undangan dan pengunjung Gresmall. Mereka melantunkan satu musik berjudul "Cicak-Cicak di Dinding" yang menghibur pengunjung.
Pembina grup Cinta ABK, Dian Atma Sellavia, 36, mengaku awalnya Puskesmas Sukomulyo memiliki kelompok Cinta ABK yang lebih fokus pada seni tari.
"Selama 3 bulan, kami berkolaborasi dengan guru SD Muhammadiyah Manyar Gresik sebagai pelatih angklung. Latihan rutin ini tidak hanya bertujuan untuk tampil di berbagai acara, tetapi juga untuk mengembangkan berbagai kemampuan ABK, terutama motorik kasar dan motorik halus," terang Dian Atma.
Menurutnya, berdasarkan penelitian, angklung dinilai lebih efektif dalam perkembangan ABK. Oleh karena itu, akhirnya diputuskan untuk mengembangkan minat bermain angklung yang dapat dikerjakan secara berkelompok.
Tujuan dipilihnya angklung untuk mengasah kemampuan ABK, terutama bagi anak-anak dengan down syndrome dan tuna rungu. Mereka dapat meningkatkan kemampuan fisik, konsentrasi, dan interaksi sosial bersama rekan satu grupnya. Selain itu, dengan memanfaatkan angklung, peserta dapat lebih percaya diri dan mampu bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.
Penampilan grup Cinta ABK mendapat sambutan positif dari salah satu orang tua, Tutut Asih Susilowati. Tutut bangga atas penampilan yang dipersembahkan grup Cinta ABK.
"Alhamdulillah berjalan lancar. Saya turut berterima kasih atas dukungan dari IIDI, Puskesmas Sukomulyo, pelatih Ustad Barok, dan para orang tua lainnya. Semoga hal ini memicu semangat kami untuk terus membersamai anak-anak hebat kami," terang Tutut.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Sukomulyo, dr. Inna Widya Satvika, menuturkan peran puskesmas adalah memfasilitasi anak-anak ABK dalam mengembangkan minat bakatnya. Menurutnya, tidak mudah untuk menemukan minat bakat anak-anak istimewa, namun banyak orang-orang hebat yang sangat peduli kepada mereka.
"Menertibkan mereka dalam berlatih maupun tampil di pentas itu tidaklah mudah, apalagi membuat mereka percaya diri dan bisa tampil mandiri di panggung. Tetapi, dukungan orang-orang hebat membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin," terang dr. Inna.
Selain dimeriahkan suguhan angklung ABK, tari Bajul Ijo ditampilkan enam anak perwakilan UPT LP ABK Kabupaten Gresik yang juga bekerjasama dengan IIDI. (rir/han)
Editor : Hany Akasah