Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Tak Kalah dengan RS Luar Negeri, Berikut Fasilitas RS Vertikal Kemenkes di Surabaya Jatim yang Lengkap

Hany Akasah • Senin, 9 September 2024 | 00:33 WIB
Rumah sakit Vertikal Surabaya Jatim yang begitu megah dan mewah
Rumah sakit Vertikal Surabaya Jatim yang begitu megah dan mewah

RADAR GRESIK-Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan Rumah Sakit (RS) Vertikal Kemenkes Surabaya, Provinsi Jawa Timur, didesain untuk menjadi superhub layanan kesehatan bagi masyarakat di Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Hal itu dilaporkan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berpidato dalam agenda peresmian gedung Rumah Sakit Vertikal Surabaya, Jawa Timur, Jumat.

"Rumah sakit ini akan melayani penyakit-penyakit sampai level tertentu di provinsinya. Jadi, yang membutuhkan pelayanan super modern tidak usah dibawa ke Jakarta," katanya diikuti dalam jaringan Sekretariat Presiden di Jakarta.

Dikatakan Budi, pembangunan Rumah Sakit (RS) Vertikal Surabaya senilai Rp2 triliun, didesain untuk memiliki pelayanan yang setara dengan Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo, RS Harapan Kita, dan RS Kanker Dharmais.

"Jadi, seluruh pasien-pasien dari Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, ditariknya ke RS Vertikal Surabaya," katanya.

Selain itu, kata Budi, Kemenkes akan mengerahkan dokter-dokter terbaiknya untuk berpraktik di RS Vertikal Surabaya dalam waktu tertentu untuk meningkatkan kualitas dan mutu pelayanan yang setara dengan rumah sakit serupa di Jakarta.

"Dokter-dokter terbaik yang Kemenkes miliki, kita punya Luthfi Gatam untuk dokter spesialis ortopedi tulang belakang (spine), kita punya dokter Dante Saksono Harbuwono untuk penyakit dalam, nanti akan kita suruh praktik di sini," katanya.

Menkes Budi menjelaskan bahwa RS Vertikal Surabaya dibangun di atas lahan yang sebelumnya menampung fasilitas kesehatan untuk penyakit kulit dan kelamin sejak tahun 1951.

Lahan tersebut sempat mangkrak dan tidak digunakan dengan optimal hingga pandemi Covid-19.

"Pada saat COVID-19, saya baru menyadari bahwa lahan tersebut digunakan untuk merawat pasien meski berada di lokasi strategis dengan luas lebih dari 6 hektare," katanya.

RS yang pembangunannya dilakukan sejak tahun 2022 ini memiliki luas bangunan 163.380 m², yang terdiri dari empat gedung, yakni satu gedung berfungsi sebagai gedung medica/center atau gedung utama, serta tiga gedung pelayanan yang masing-masing disediakan untuk penanganan penyakit kanker, jantung, dan stroke.

RS Kemenkes Surabaya memiliki kapasitas 772 tempat tidur ruang rawat inap, 59 tempat tidur HCU/Intermediate Care, 95 tempat tidur ICU/PICU/ICVCU/PACU, 16 ruang operasi, dan 20 unit kemoterapi.

Selain itu, RS Kemenkes Surabaya dilengkapi pula dengan alat-alat berteknologi canggih penunjang pelayanan, seperti mammography, CT Scan 256, MRI 3T, PET-CT yang tidak kalah dengan fasilitas RS di luar negeri.

Menteri Kesehatan menekankan pentingnya pembangunan rumah sakit ini mengingat Kementerian Kesehatan belum memiliki fasilitas serupa di Surabaya.

"Dengan adanya rumah sakit ini, diharapkan masyarakat di Indonesia Timur dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih baik tanpa harus pergi jauh ke Jakarta atau Singapura," katanya. (han)

Editor : Hany Akasah
#menteri kesehatan #budi gunadi sadikin #NTB #penyakit #surabaya #jawa timur #RS Vertikal Kemenkes #Rumah sakit