RADAR GRESIK-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Gresik yang 100 persen penduduknya sudah tercover JKN.
Bahkan, keaktifan peserta JKN di atas rata-rata penduduk nasional maupun Jatim yang mencapai 88,1 persen.
Deputi Direksi Wilayah 7 BPJS Kesehatan Arif Syaifudin menyampaikan, program JKN telah memasuki tahun ke-10 dan telah mencapai banyak kemajuan.
Di Kabupaten Gresik, 100 persen penduduknya telah terdaftar sebagai peserta JKN dengan tingkat keaktifan mencapai 88,1 persen, jauh melebihi rata-rata nasional dan Jawa Timur.
"Kami terus berupaya meningkatkan jejaring akses kesehatan. Saat ini, sudah ada 81 Faskes tingkat pertama, 22 faskes tingkat lanjutan di Gresik, dan 18 Faskes tingkat lanjutan di Lamongan,"terang Arif saat peresmian gedung baru BPJS Kesehatan, kemarin.
Sementara itu, Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menyambut baik peresmian gedung baru ini dan berharap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Gresik dan sekitarnya.
"Selamat dan sukses kepada BPJS Kesehatan, baik untuk masyarakat Gresik, Lamongan, dan sekitarnya," ujar Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Prof. dr. Ali Ghufron Mukti berharap pihaknya terus bersinergi antara BPJS Kesehatan dan Pemkab Gresik dapat menjadikan warga semakin sehat.
"Selain memberikan pelayanan kesehatan, kami berharap melalui puskesmas, Pemkab Gresik melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan," kata Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani.
Sosialisasi ini akan meliputi edukasi tentang olahraga, kebersihan lingkungan, dan makanan bergizi, terutama di wilayah pesisir yang sebagian besar masyarakatnya mudah terkena hipertensi.
Pj Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono menambahkan, seluruh stake holder berkomitmen untuk melaksanakan UU Nomor 20 Tahun 2004 tentang Jaminan Sosial Nasional.
“Kami berusaha agar setiap warga negara mendapat perlindungan dengan menjadi peserta BPJS Kesehatan,"ujar Adhy. (rir/han)
Editor : Hany Akasah