RADAR GRESIK-Hadirnya aplikasi Mobile JKN telah memberi banyak kemudahan bagi para peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Hal itu dirasakan oleh Hendra Kartika Yudhi, 37 saat mengantarkan putrinya Najma Ayucha,9 yang sakit tifus ke Faskes Pertama Puskesmas Kebomas Kabupaten Gresik.
"Malam-malam putri saya (Najma Ayucha,red) panas, batuk dan muntah. Akhirnya, saya bawa dan istri ke faskes terdekat," kata Hendra.
Awalnya Hendra ragu karena ia belum fotokopi kartu BPJS Kesehatannya. Karena beberapa tahun lalu, ketika ke Puskesmas atau Rumah Sakit harus menunjukkan kartu BPJS Kesehatan dan memberikan fotokopi ke petugas kesehatan.
Dalam pikirannya, cari dimana fotokopi tengah malam seperti itu, Rabu (8/11/2023) pukul 23.20 WIB.
"Saya takut ditolak. Karena tidak ada fotokopi, terus cari-cari di lemari kartu BPJS Kesehatan juga hilang," kata pria yang tinggal di Perumahan Randuagung Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik tersebut.
Namun, sang istri memberikan keyakinan jika kini pelayanan puskesmas dan RS mudah. Hanya menunjukkan aplikasi mobile JKN sudah diterima.
"Kebetulan handphone istri sudah ada aplikasi mobile JKN. Saya juga Sempat berpikir kalau ditolak ya nanti kita pakai umum (bayar,red)," kata Hendra.
Dalam perjalanna, Hendra akhirnya memutuskan donwload dan register di perjalanan Google Play Store.
Proses pendaftaran Mobile JKN cukup cepat. Hendra melakukan proses registrasi aplikasi Mobile JKN memasukkan nomor handphone dan kemudian nomor kartu BPJS nya.
Baca Juga: Manajemen Icon Apartemen Gresik Bantah Keterlibatan Orang Dalam Pada Kasus Bisnis Prostitusi
“Sesingkat itu dan tidak ada kendala saat mendaftar mobile JKN,” tegas Hendra.
Sesampainya di Puskesmas Kebomas, Hendra, istri dan putrinya langsung masuk ke IGD.
"Saya langsung membuka aplikasi mobile JKN dan menunjukkan ke petugas puskesmas. Anak ditanya-tanya sakit apa langsung diperiksa. Ya Allah, begitu mudahnya sekarang ya. Pikiran saya sudah negatif. Bayar, repot cari fotokopi dan lain sebagainya," papar Hendra dengan terharu.
Hendra juga merasakan pelayanan petugas kesehatan sangat ramah. Petugas meminta Najma untuk menimbang berat badan. Kemudian, diminta tidur untuk diperiksa.
“Petugas menawarkan untuk opname, tapi saya takut bayar. Makanya saya minta rawat jalan saya. Alhamdulillah, petugas dengan santun memberikan obat penurun panas, batuk dan flu,”papar Hendra.
Dua hari setelahnya, Jumat (10/11/2023), Najma Ayucha masih panas. Hendra memutuskan kembali periksa ke Puskesmas Kebomas karena panasnya belum turun.
"Pakai aplikasi mobile JKN dong. Sudah daftar dulu, datang pukul 08.00 langsung masuk. Tanpa antre lagi," kata pria yang bekerja di perbankan tersebut.
Najma langsung diperiksa dan dites darah. Dinyatakan jika trombositnya turun sehingga harus opname.
"Sat-set sat wet, petugas meminta untuk opname karena sakitnya lebih dari lima hari. Anak opname di Puskesmas dengan layanan setara dengan rumah sakit swasta dan tipe A," katanya.
Yang membuat Hendra berdecak kagum lagi. Bukan hanya layanan yang mudah cepat, fasilitas Puskesmas Kebomas juga tersedia lengkap. Loket pelayanan informasi dan penanganan pengaduan untuk masyarakat tersedia difaskes ketika pasien atau peserta JKN sedang berkunjung tertera platform layanan BPJS JKN-KIS.
Baca Juga: Bertemu Uskup, Ganjar Pranowo Diskusi Cara Merawat Kebhinekaan
Sekedar diketahui, BPJS Kesehatan Cabang Gresik melakukan spot chek ke fasilitas kesehatan tingkat pertama di Puskesmas Kebomas, beberapa waktu lalu.
Bahkan, melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan fokus utama pada Transformasi Mutu Layanan. Melalui transformasi ini, BPJS Kesehatan mengharapkan faskes bisa memberikan pelayanan yang mudah diakses, cepat pelayanannya, dan setara untuk setiap peserta JKN. (*/han)
Editor : Hany Akasah