Menurut orang nomor satu di Kabupaten Gresik tersebut tercatat, angka stunting di Kabupaten Gresik pada tahun 2022 ini mengalami penurunan. Jika di tahun 2021 terdapat 8 ribu kasus atau sekitar 23,5 persen. Pada tahun 2022 di bulan Desember ini, mengalami penurunan sekitar 2 ribu kasus stunting, ini merupakan penurunan kasus stunting yang signifikan. Tentu hal tersebut juga tak lepas dari peran serta masyarakat yang sadar terhadap kebutuhan gizi anak.
Untuk mencapai target tersebut, Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani terus melakukan berbagai upaya. Salah satunya mengajak keterlibatan Ikatan Alumni Unair (IKA Unair) Cabang Gresik dalam rangka penurunan kasus stunting di Gresik.
Baca Juga : Pemkab Gresik Tekan Stunting dengan Lomba Videografi
"Saya mewakili pemerintah daerah menyampaikan selamat kepada para pengurus yang baru dilantik. Harapan saya, segera tancap gas kolaborasi bersama kami untuk mengatasi stunting," kata Gus Yani.
Bupati yang juga alumnus Unair itu juga mengatakan, dengan kolaborasi dari berbagai pihak dalam mengatasi masalah stunting termasuk keterlibatan IKA-Unair, dirinya berharap kasus stunting di Gresik terus turun. Gus Yani sapaan akrab Bupati Gresik ingin agar IKA-Unair yang baru dilantik segera tancap gas dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam atasi stunting.
Pemkab Gresik dengan segenap komponen yang ada diharapkan dapat mempersiapkan mitigasi, sehingga mampu melahirkan generasi yang tumbuh sehat. "Saya yakin kebersamaan ini dapat menghasilkan capaian yang kita targetkan bersama," ujarnya.
Sementara itu Ketua IKA Unair cabang Gresik Dr. Lestari Sudaryanti, dr.,M.Kes mengungkapkan bahwa IKA Unair akan turut berperan aktif dalam kepedulian terhadap stunting. Para mahasiswa Unair akan membantu melakukan kontrol dan monitoring ibu hamil serta balita terindikasi stunting.
"Kami memiliki program pendampingan ibu hamil dan penderita stunting, mereka akan dikawal oleh mahasiswa D3 Prodi Keperawatan dan Kebidanan UNAIR. Dimana para mahasiswa akan terjun ke puskesmas yang tersebar di Kabupaten Gresik. Harapannya tidak akan ada lagi balita stunting," terangnya.
Baca Juga : Cegah Stunting, Babinsa dan Petugas Kesehatan Kawal Kesehatan Balita
Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan MoU antara Pemkab Gresik yang diwakili Dinas pertanian dan peternakan, Dinas Kesehatan, Dinas Kominfo, serta klinik KMU IKA, dan IKA UNAIR. IKA UNAIR juga memberikan bingkisan secara simbolis kepada lima perwakilan balita terindikasi stunting yang hadir.
Acara ditutup dengan diskusi publik yang mengusung tema "Ketahanan Pangan bagi Keluarga Balita Stunting di Masa Resesi Ekonomi". Selain itu IKA UNAIR juga menggelar donor darah sebagai bentuk kepedulian terhadap kemanusiaan.(han) Editor : Hany Akasah