Dalam aksi tersebut, puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Warga Cerdas Gresik menuntut agar Badan Kehormatan DPRD diambil alih pimpinan. Sebab, Ketua BK saat ini satu fraksi dengan anggota dewan yang terlibat dan hadir dalam pernikahan pria dan kambing di Benjeng tersebut.
"Kami meminta agar diambilalih agar netral," ujar Abdullah Syafii Koordinator Aliansi WC Gresik saat aksinya, Rabu (8/6)
Menurut dia, kasus ini menjadi preseden buruk bagi Gresik. Terutama DPRD Gresik karena melibatkan anggota dewan. "Kami minta agar diproses secara hukum dan dilakukan PAW terhadap anggota yang terlibat kasus tersebut. "Agar tidak merusak marwah DPRD Gresik," terangnya.
Menanggapi hal ini, Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir memastikan BK akan dipimpin Wakil Ketua DPRD Gresik Mujid Riduan dalam membahas kasus ini. "Sehingga netralitas bisa tetap terjaga," terangnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Gresik Mujid Riduan mengatakan akan memimpin sidang BK dengan senetralitas mungkin. Pihaknya meminta partisipasi masyarakat untuk membantu melengkapi bukti-bukti. "Sehingga rekomendasi yang dihasilkan sesuai fakta dan aturan yang berlaku," imbuhnya. (rof/han) Editor : Hany Akasah