RADAR GRESIK – Kabupaten Gresik selama ini lekat dengan citra sebagai pusat industri dan destinasi perjalanan bisnis di Jawa Timur. Namun, di balik hiruk-pikuk kawasan pabrik, Kota Pudak menyimpan kekayaan sejarah, seni, kuliner, hingga narasi lokal yang sarat nilai budaya.
Mengangkat potensi tersebut, Aston Gresik Hotel & Conference Center menginisiasi program penelusuran sejarah bertajuk Walking Tour: “Discover Gresik Through Art, Heritage, and Local Stories”.
Program ini menawarkan pengalaman unik bagi wisatawan maupun masyarakat umum untuk menyusuri sudut-sudut kota lama sekaligus berinteraksi dengan komunitas kreatif lokal.
Baca Juga: Dongkrak Sektor F&B, Aston Gresik Hadirkan Sensasi Kuliner Street Food Autentik Khas Tokyo
Inisiatif ini lahir dari kolaborasi antara manajemen Aston Gresik bersama sejumlah komunitas kreatif daerah, yakni Kammari, Tujujati, dan Awas Lepas. Sinergi ini memadukan sektor perhotelan dengan literasi sejarah dan ruang ekspresi seni.
Rangkaian tour dimulai dari area hotel dan menyasar 10 titik destinasi bersejarah serta cagar budaya. Para peserta diajak melintasi kawasan pesisir Bandar Grisse, melihat struktur peninggalan era kolonial di Gardu Suling dan Sumur Tangsi, hingga mengenang atmosfer nostalgia di Bioskop Raden Santri.
Eksplorasi berlanjut ke Klenteng Kiem Hien Kiong—salah satu klenteng tertua di Gresik—lalu berburu buah tangan khas di Pudak Cap Kuda seraya menikmati cita rasa jajanan tradisional jenang jubung.
Baca Juga: Potensi Umrah Tembus 50 Ribu Jamaah, Komisi IV Dorong Ekosistem Ekonomi Haji Dongkrak Produk Gresik
Perjalanan berlanjut menuju situs sejarah Makam Nyai Ageng Pinatih, Batik Gajah Mungkur, serta mengagumi arsitektur legendaris di kawasan Kampung Kemasan.
Sebagai penutup, peserta diajak singgah di Kammari untuk mengikuti lokakarya seni kolase (Collage Workshop) yang dipandu langsung oleh Awas Lepas.
General Manager Aston Gresik Hotel & Conference Center, S. Paminta Nugraha, membeberkan bahwa program ini dirancang guna memberikan impresi mendalam yang tak terlupakan bagi para tamu.
Baca Juga: Buka Gresik Umrah dan Hajj Fest 2026, Senator Lia Istifhama Dorong Layanan Jamaah Semakin Prima
“Kami ingin mengajak para tamu mengenal lingkungan sekitar Gresik dengan cara yang lebih personal. Kami tidak hanya menyediakan akomodasi untuk menginap, tetapi juga berperan sebagai jembatan yang menghubungkan tamu dengan nilai sejarah, seni, dan kearifan lokal,” ujar Paminta saat memberikan penjelasan.
Paminta menambahkan, keterlibatan aktif komunitas lokal menjadi kunci dalam menghidupkan ekosistem pariwisata daerah agar mampu memberikan dampak ekonomi serta edukatif yang nyata.
Program Walking Tour ini dijadwalkan bergulir secara rutin setiap hari Selasa mulai pukul 15.00 hingga 18.00 WIB. Pihak manajemen menawarkan Paket Reguler seharga Rp175.000 nett per orang (minimal enam peserta) dan Paket Private seharga Rp350.000 nett per orang (minimal dua peserta).
Baca Juga: Kejar Target RPJMD, Pemkab Gresik Dorong Strategi Satu Peta Air Bersih dan Sanitasi Layak
Biaya tersebut sudah mencakup fasilitas transportasi antar-jemput dari hotel, snack box, air mineral, jajanan tradisional, peta tur eksklusif, serta voucher belanja di Kammari.
Melalui program ini, Aston Gresik menegaskan komitmennya untuk mempromosikan pariwisata daerah secara berkelanjutan.
“Di balik citra industrinya, Gresik menyimpan rekam sejarah panjang yang terus hidup di lorong-lorong kota tua, bangunan cagar budaya, tradisi warga, karya seni, hingga ragam kuliner khas yang diwariskan lintas generasi,” pungkasnya. (jar/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik