RADAR GRESIK – Ruang nostalgia budaya dan kuliner tradisional khas Gresik jaman dulu kembali hadir menyapa masyarakat. Kolaborasi tahunan antara Gressmall dan Omah Dhuafa resmi menggelar Pasar Djadoel Grissee #5 yang berlangsung di Atrium Gressmall mulai Kamis (20/8) hingga Minggu (23/8).
Penyelenggaraan Pasar Djadoel Grissee #5 kali ini tak sekadar menyuguhkan hiburan dan cita rasa masa lalu, tetapi juga membawa misi sosial, edukasi, serta pemberdayaan masyarakat lokal.
Melalui konsep pasar tradisional tempo dulu, pengunjung diajak mengenal kembali beragam masakan, jajanan, dan minuman khas daerah yang mulai jarang ditemui.
Baca Juga: Keren! Sambut HUT ke-81 RI, Gressmall Helat Lomba Basket Merdeka Cup 3x3
Pembukaan agenda bertaraf lokal ini makin istimewa dengan kehadiran jajaran tamu VIP, di antaranya Ketua DPRD Kabupaten Gresik Muhammad Syahrul Munir, Founder Omah Dhuafa Syaikhu Busyiri, Direktur Utama PT Dharma Graha Utama Erwin H Poedjono, serta General Manager Gressmall Erich Pramono Bangun.
General Manager Gressmall, Erich Pramono Bangun, menjelaskan bahwa ajang ini dirancang untuk menjaga warisan kuliner daerah agar tak tergerus zaman.
"Pasar Djadoel bukan sekadar menghadirkan makanan tradisional, tetapi menjadi bagian dari upaya untuk menjaga cerita, rasa, dan budaya Gresik agar tetap dikenal oleh generasi sekarang dan generasi berikutnya. Kami ingin pengunjung dapat merasakan kembali suasana tempo dulu sekaligus mengenal kekayaan kuliner khas daerah," ujar Erich, Kamis (20/8/2026).
Baca Juga: Membanggakan, Gressmall Dipercaya Jadi Venue Ajang Bergengsi Raka-Raki Jawa Timur 2026
Daya tarik utama Pasar Djadoel Grissee #5 terletak pada puluhan stan UMKM kuliner otentik Gresik. Mulai dari makanan berat seperti Sego Krawu, Gule Obos, Lontong Romo, hingga Kupat Ketheg. Untuk jajanan pasar, hadir Serabi, Getuk, Srawut, dan Bongko Kopyor, yang dipadukan dengan minuman tradisional segar seperti Legen, Sinom, Dawet Siwalan, serta Es Gudir.
Founder Omah Dhuafa, Syaikhu Busyiri, menambahkan bahwa keterlibatan para pelaku UMKM kuliner ini sekaligus menjadi ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil. Lewat sinergi dengan mal modern, para pedagang tradisional mendapatkan panggung yang lebih luas untuk memasarkan produknya.
Konsep ini terbukti efektif mempertemukan lintas generasi. Bagi kalangan senior, Pasar Djadoel menjadi ajang rekreasi nostalgia kenangan masa kecil. Sementara bagi generasi muda, agenda ini menjadi sarana edukasi budaya yang interaktif dan relevan dengan gaya hidup modern.
Dengan mengusung semangat "Experience a New Lifestyle", Gressmall dan Omah Dhuafa berkomitmen menjadikan pusat perbelanjaan sebagai ruang inklusif tempat bertemunya tradisi masa lalu, gaya hidup masa kini, dan keberlanjutan bagi generasi masa depan. (jar/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik