RADAR GRESIK – Komitmen untuk menjaga kebersihan dan kelestarian situs sejarah di Kabupaten Gresik mendapat apresiasi tinggi.
Lewat aksi sosial Gerakan Langit Biru Indonesia Asri yang digelar pada Jumat (14/8/2026), kawasan makam dan cagar budaya bersejarah di Kota Santri dipercantik melalui aksi bersih-bersih lingkungan.
Sebagai bentuk penghormatan atas sinergi yang terjalin, Ketua Panitia Kegiatan, Made Agus, menyerahkan piagam penghargaan kepada Pengurus Yayasan Syeikh Maulana Malik Ibrahim Gresik yang diwakili oleh Ibrahim Hamid.
Baca Juga: Parade Budaya Dusun Pucung Sedot Ribuan Warga, Anggota DPRD Gresik Dorong Jadi Agenda Tahunan
Piagam serupa turut dianugerahkan kepada Pengurus Yayasan Poesponegoro yang diterima langsung oleh Juru Kunci Makam K.T. Poesponegoro, Solikin. Penyerahan penghargaan ini menjadi simbol apresiasi atas dukungan penuh kedua pengelola yayasan dalam merawat situs cagar budaya.
Juru Kunci Makam K.T. Poesponegoro, Solikin, menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada DPC Partai Demokrat Gresik yang menginisiasi aksi kepedulian terhadap keberadaan cagar budaya lokal tersebut.
“Terima kasih kepada DPC Partai Demokrat Gresik atas kepeduliannya terhadap situs sejarah dengan melaksanakan kegiatan bersih-bersih ini. Aksi nyata ini membuat lingkungan makam menjadi jauh lebih asri, bersih, dan estetik,” ujar Solikin.
Baca Juga: Tawarkan Antar Jemput Bandara, Tiga Hotel di Gresik ini Cocok untuk Perjalanan Bisnis
Hal senada diungkapkan perwakilan Pengurus Yayasan Syeikh Maulana Malik Ibrahim Gresik, Ibrahim Hamid. Ia mengapresiasi perhatian nyata terhadap kebersihan area pemakaman wali sanga tersebut.
Menurut Ibrahim, kawasan makam sejarah memiliki nilai strategis karena saban hari dipadati oleh ribuan peziarah dari berbagai penjuru tanah air. Lingkungan yang tertata dan bebas dari sampah dipastikan memberi kenyamanan ekstra bagi para pengunjung spiritual.
“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk menjaga kawasan tetap asri, bersih, dan estetik, sehingga membuat para peziarah merasa tenang dan nyaman saat berziarah,” ungkap Ibrahim.
Baca Juga: Smelter Gresik Bersiap Start Up, Freeport Indonesia Percepat Pemulihan Produksi
Melalui Gerakan Langit Biru Indonesia Asri ini, kegiatan diharapkan tidak berhenti sebagai ajang seremonial belaka, melainkan mampu memantik kesadaran kolektif masyarakat luas. Berbagai elemen warga, komunitas, hingga organisasi diajak ikut mengambil peran aktif menjaga kebersihan situs-situs bernilai sejarah di Gresik.
Dengan lingkungan yang senantiasa terawat dan bersih, keberadaan situs sejarah tak sekadar menjadi cagar budaya masa lalu, tetapi juga menjadi warisan religi dan edukasi yang nyaman dinikmati hingga generasi mendatang. (jar/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik