Sebelum aksi dimulai, kemeriahan acara dibuka terlebih dahulu dengan penampilan seni Samudra Nusantara. Agenda kemudian dilanjutkan dengan pemberian edukasi lingkungan interaktif bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Desa Kramat, serta aksi puncak berupa gerakan bersih pantai.
Aksi peduli lingkungan ini melibatkan sekitar 350 peserta gabungan yang berasal dari PT Freeport Indonesia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, Forkopimcam Bungah, pemangku kepentingan (stakeholder), kelompok nelayan, hingga warga masyarakat setempat.
Baca Juga: Freeport Indonesia Perkuat Konservasi Pesisir dan Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular
Senior Vice President Environmental PT Freeport Indonesia, Ardhin, mengatakan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian alam. Rangkaian kegiatan telah berlangsung sejak Mei 2026 di Papua maupun Smelter PTFI Manyar, mulai dari webinar, edukasi lingkungan, penanaman mangrove, bersih kota hingga aksi bersih pantai.
“Hari ini bukan sekadar membersihkan pantai. Tujuan yang lebih besar adalah mengubah perilaku kita terhadap lingkungan. Masalah sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau perusahaan, tetapi tanggung jawab setiap individu. Perubahan dimulai dari diri sendiri, dimulai dari sampah pertama yang kita pungut,” kata Ardhin.
Ia mengajak seluruh peserta menjadikan aksi tersebut sebagai awal perubahan atau tobat ekologis, dengan membiasakan diri tidak membuang sampah sembarangan dan lebih peduli terhadap lingkungan demi generasi mendatang.
Baca Juga: Sistem Manual Resmi Dihapus, DLH Gresik Wajibkan Pelaku Usaha Urus Dokumen Lingkungan via Amdalnet
Apresiasi tinggi terhadap kolaborasi taktis ini disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik, Sri Subaidah.
Menurutnya, sinergi antara PT Freeport Indonesia dengan berbagai elemen lintas sektor tidak hanya berdampak pada kondisi pesisir yang menjadi lebih bersih dan sehat, tetapi juga efektif memberikan edukasi aplikatif mengenai metode pemilahan serta pengelolaan sampah dari sumbernya.
"Dari aksi massal ini, tim gabungan di lapangan berhasil mengumpulkan hampir dua ton sampah. Makna terdalam dari pencapaian ini bukan sekadar jumlah tonase sampah yang berhasil diangkat dari bibir pantai, melainkan terletak pada proses edukasi masyarakat agar mampu memilah sampah bernilai ekonomi tinggi serta menjadikan gerakan peduli lingkungan ini sebagai kebiasaan yang berkelanjutan di kehidupan sehari-hari," terangnya.
Baca Juga: DPRD Gresik Dukung E-Voting Pilkades 2026, Pemkab Pastikan Keamanan dan Transparansi
Sri Subaidah menjelaskan bahwa Kabupaten Gresik saat ini tengah menghadapi tiga tantangan ekologis besar, yakni dampak nyata perubahan iklim, berkurangnya keanekaragaman hayati, serta tingkat polusi yang tinggi.
"Oleh karena itu, aksi kolaboratif seperti bersih pantai dinilai menjadi langkah konkret yang sangat tepat untuk mengurangi pencemaran sekaligus mendukung tata kelola sampah yang berkelanjutan," imbuhnya.
Ia juga mengingatkan filosofi penting bahwa bumi ini bukanlah warisan dari nenek moyang yang bisa dikonsumsi tanpa batas, melainkan sebuah titipan berharga yang dipinjam dari generasi masa depan sehingga wajib dirawat dengan sebaik-baiknya.
Baca Juga: Atasi Krisis Planet, DLH Gresik dan PT Freeport Indonesia Tanam 50.000 Bibit Mangrove di Manyar
Rasa terima kasih mendalam juga diutarakan oleh Kepala Desa Kramat, Taufik, kepada pihak PT Freeport Indonesia dan seluruh sukarelawan yang telah memilih Pantai Kemukem sebagai pusat lokasi pelaksanaan World Environment Day 2026. Kegiatan ini memberikan stimulus manfaat yang sangat besar bagi warganya, terutama bagi anak-anak usia dini yang mendapatkan transfer ilmu lingkungan melalui metode menyenangkan seperti lomba menggambar dan aksi pungut sampah bersama.
" Kami pihak pemerintah desa berharap kegiatan edukatif dan stimulan seperti ini dapat terus berlanjut secara berkala di masa depan. Dengan demikian, tingkat kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan sekitar akan semakin meningkat, dan ekosistem Pantai Kemukem dapat terus terjaga keasrian serta kebersihannya dari pencemaran sampah plastik," pungkasnya.
Melalui rajutan kolaborasi yang harmonis antara dunia usaha, pemerintah daerah, instansi pendidikan, dan elemen masyarakat, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Kabupaten Gresik ini sukses menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kesadaran kolektif.
Baca Juga: Cetak Talenta Masa Depan, 300 Peserta Ikuti Freeport Grassroots Tournament di Stadion Gejos Gresik
Menjaga bumi adalah tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari langkah paling sederhana, yaitu dengan mendisiplinkan diri tidak membuang sampah sembarangan dan membudayakan daur ulang demi mewujudkan masa depan bumi yang lebih lestari. (jar/han)
Editor : Hany Akasah