Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Gali Narasi dan Pengalaman Warga, Enam Kelompok Ikuti Besali Studi Kultural Festival Menjadi Gresik 2026

Yudhi Dwi Anggoro • Rabu, 17 Juni 2026 | 09:12 WIB
DIMULAI : Program Besali Studi Kultural 2026 resmi dimulai melalui Kelas Pengantar Program yang digelar di Creative Hubs Gresiknesia. (Foto : Istimeea/Radar Gresik)
DIMULAI : Program Besali Studi Kultural 2026 resmi dimulai melalui Kelas Pengantar Program yang digelar di Creative Hubs Gresiknesia. (Foto : Istimeea/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Upaya kolektif untuk mendokumentasikan serta merawat ingatan budaya lokal kembali digulirkan secara terstruktur. Program Besali Studi Kultural 2026 dilaporkan resmi dimulai, ditandai dengan pelaksanaan Kelas Pengantar Program yang berlangsung di Creative Hubs Gresiknesia.

Kegiatan perdana ini menjadi langkah awal sekaligus fondasi pacu bagi enam kelompok penyaji terpilih untuk memulai proses riset mendalam serta penyusunan narasi baru mengenai realitas kehidupan sosial dan lanskap budaya masyarakat Kabupaten Gresik.

Program yang diinisiasi sebagai bagian integral dari rangkaian besar Festival Menjadi Gresik 2026 tersebut dirancang dengan visi makro untuk memperluas cara pandang masyarakat luas dalam memahami dinamika identitas Gresik. Terlebih, wilayah ini terus mengalami pergeseran di tengah kepungan perubahan sosial, ekspansi kawasan industri massal, serta pertumbuhan wilayah perkotaan yang melaju dinamis.

Baca Juga: Didominasi Judi Online, Ratusan Istri di Gresik Pilih Jadi Janda

Enam kelompok penyaji yang berhasil lolos dan terlibat aktif dalam proyek kebudayaan ini datang dari latar belakang disiplin yang sangat beragam. Mereka adalah Power Art yang mewakili komunitas seni, Gresik Book Party dari klub baca, CYG Team dari unsur Duta Wisata, DKV UISI dari kalangan akademisi, Niti Narasi sebagai kelompok kepenulisan, serta Kronika Smanim yang bergerak di bidang pecinta sejarah.

Guna mempertajam metodologi, seluruh kelompok akan mendapatkan pendampingan intensif dari sejumlah fasilitator yang berpengalaman di bidang keilmuan dan praktik kebudayaan.

Melalui program studi kultural ini, para peserta dipacu untuk turun langsung ke lapangan melakukan riset, observasi partisipatif, wawancara mendalam, hingga penelusuran arsip atas berbagai fenomena yang membentuk karakter masyarakat Gresik.

Baca Juga: SK Resmi Ditandatangani, Bakesbangpol Targetkan Dana Hibah Parpol Gresik Cair Bulan Ini

Cakupan kajian ilmiahnya pun sangat luas, mulai dari bedah sejarah dan ingatan kolektif, praktik kebudayaan minor, tata ruang sosial, hingga rekaman pengalaman keseharian warga arus bawah yang selama ini jarang terdokumentasikan ke dalam literatur pengetahuan bersama.

Direktur Festival Menjadi Gresik 2026, Hidayatun Nikmah, menegaskan bahwa Besali Studi Kultural merupakan ikhtiar nyata untuk mengangkat derajat pengalaman harian warga agar bisa hadir sebagai sumber pengetahuan yang inklusif, hidup, dan tetap relevan dengan zaman.

“Menjadi Gresik berangkat dari keyakinan bahwa warga bukan sekadar objek yang diceritakan, melainkan subjek yang memiliki otoritas untuk mengolah dan menyajikan cerita mereka sendiri. Festival ini berupaya membuka ruang agar pengalaman warga dapat hadir sebagai pengetahuan yang hidup,” ujar Hidayatun Nikmah saat memaparkan landasan filosofis gerakan, Selasa (16/6).

Baca Juga: Vonis Bebas Dianulir MA, Kejari Gresik Segera Jebloskan Tersangka Kasus Surat Palsu ke Penjara

Hidayatun Nikmah menambahkan, selama beberapa bulan ke depan, keenam kelompok penyaji tersebut akan digembleng dalam proses pendampingan berkala.  "Targetnya adalah mengonversi seluruh hasil temuan penelitian lapangan menjadi produk tekstual digital berupa majalah elektronik (e-magazine) serta berbagai variasi bentuk presentasi publik yang menarik," pungkasnya. 

Seluruh konklusi hasil kerja kebudayaan tersebut nantinya akan dipresentasikan secara terbuka dalam puncak acara Festival Menjadi Gresik 2026 yang dimotori oleh Yayasan Gang Sebelah pada bulan Agustus mendatang.

Lebih lanjut, pihak panitia menyampaikan bahwa pada tahun ini, Festival Menjadi Gresik dengan sengaja mengusung tema besar bertajuk “Dapur Saji”. Tema ini memiliki filosofi mendalam di mana kata "dapur" dimaknai sebagai ruang domestik tempat pengolahan pengalaman hidup, transmisi pengetahuan, dan adaptasi perubahan sosial yang kemudian mengkristal menjadi ingatan kolektif masyarakat.

Baca Juga: Balon Udara Misterius Jatuh di Atap Rumah Warga Kebomas, Dua Bocah Terluka

Sementara kata “saji” diartikan sebagai metode taktis dalam menghadirkan kembali sari-sari pengalaman tersebut ke hadapan publik luas melalui media tulisan, produksi film, pameran arsip, seni pertunjukan, maupun ragam ekspresi budaya kontemporer lainnya.

Melalui stimulus program Besali Studi Kultural ini, Yayasan Gang Sebelah menaruh harapan besar akan lahirnya berbagai sudut pandang pembacaan baru yang segar, yang mampu memperkaya sekaligus merevitalisasi narasi lokal tentang Gresik.

Sebab, eksistensi sebuah wilayah sejatinya tidak hanya dibentuk oleh catatan kaku sejarah resmi penguasa dan deretan data statistik semata, melainkan juga disokong kuat oleh denyut ingatan, pengalaman emosional, serta cerita-cerita kecil yang terus hidup dan dirawat di tengah masyarakatnya. (yud/han) 

Editor : Hany Akasah
#besali #kultural #gresik #Budaya #komunitas