Bawa Kisah Wayang 'Sugriwa Subali', Pelukis Gresik Tembus Pameran Seni Dunia di Jerman

Fajar Yuliyanto • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 13:01 WIB
PANGGUNG: Seniman Gresik Achmad Feri membawa karya seni lukis berbasis kisah wayang ke panggung seni dunia di Jerman. (Foto: Fajar/Radar Gresik)
PANGGUNG: Seniman Gresik Achmad Feri membawa karya seni lukis berbasis kisah wayang ke panggung seni dunia di Jerman. (Foto: Fajar/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Dunia seni rupa Kabupaten Gresik mengukir prestasi membanggakan di kancah internasional. Seniman asal Gresik, Achmad Feri, resmi terpilih sebagai salah satu perwakilan Indonesia yang akan memamerkan karyanya dalam ajang pameran seni global bergengsi, ARTe Kunstmesse Wiesbaden 2026, di RheinMain Congress Center, Wiesbaden, Jerman, pada 11–13 September 2026 mendatang.

Feri menjadi satu-satunya perupa asal Gresik yang lolos seleksi kurasi ketat dalam ajang internasional tersebut. Lulusan Seni Rupa Universitas Surabaya yang juga menekuni profesi desainer perhiasan sejak 1996 ini berhasil masuk dalam daftar kurasi akhir Program TERCIDUK 1 yang digagas oleh Niluh Swati Indonesian Art Program (NSIAP), sebuah lembaga kuratorial independen yang berbasis di Frankfurt am Main, Jerman.

Baca Juga: Karya Sineas Muda Gresik Tembus Layar Lebar, Film 'Aku Ingin Melihat Pelangi' Diputar di CGV

Dalam pameran dunia tersebut, Feri memboyong lukisan bertajuk “Sugriwa Subali” (1994) bermedia akrilik di atas kanvas. Karya ini menampilkan penafsiran ekspresif Feri atas kisah dua saudara kera legendaris dalam khazanah pewayangan Jawa, dengan sapuan warna dinamis serta kontras dramatis yang mengeksplorasi nilai persaudaraan, konflik, dan kesetiaan.

“Bagi saya, seni adalah cara untuk menginspirasi, memelihara budaya, dan menciptakan hubungan yang bermakna melalui kreativitas,” ujar Feri, Minggu (23/8/2026).

Terpilihnya Feri melengkapi deretan perupa Tanah Air, sehingga total delegasi Indonesia yang diboyong NSIAP bertambah menjadi 34 seniman. Feri berharap partisipasinya dapat mengenalkan kekayaan tradisi lokal ke hadapan kolektor dan penikmat seni global.

Baca Juga: Majelis Metal Wal Afiat An-Nuriyah: Wadah Pembinaan Spiritual Pencinta Musik Cadas Gresik

“Saya berharap karya ini tidak hanya mengenalkan warisan budaya Jawa, tetapi juga menunjukkan bahwa cerita tradisi kita memiliki daya gugah dan estetika yang relevan bagi masyarakat global,” tambahnya.

Di luar aktivitas melukis, Feri dikenal aktif membangun ekosistem seni lokal di Gresik melalui keterlibatannya dalam komunitas Gasruk dan Gresik Sketchwalk.

Pendiri NSIAP, Niluh Swati, menyampaikan bahwa keikutsertaan para perupa Indonesia di ARTe Kunstmesse Wiesbaden 2026 menjadi sarana strategis untuk memperluas jejaring profesional, memfasilitasi pendampingan Certificate of Authenticity (COA), serta memperkuat posisi seni rupa Indonesia di panggung seni internasional. (jar/han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
jerman gresik Internasional seniman Indonesia