Dedikasi Tanpa Batas, Bambang Harianto dan Istri Rawat ODGJ dan Warga Terlantar di Shelter Dinsos Gresik

Fajar Yuliyanto • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 20:41 WIB
Koordinator Penjaga Shelter Dinsos di UPT. Pengelolaan Balai Loka Bina Karya Dinas Sosial (Dinsos) Cerme, Kabupaten Gresik Bambang Harianto. (Foto : Fajar/Radar Gresik)
Koordinator Penjaga Shelter Dinsos di UPT. Pengelolaan Balai Loka Bina Karya Dinas Sosial (Dinsos) Cerme, Kabupaten Gresik Bambang Harianto. (Foto : Fajar/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Di balik operasional UPT. Pengelolaan Balai Loka Bina Karya Dinas Sosial (Dinsos) Cerme, Kabupaten Gresik, terdapat kisah inspiratif tentang kemanusiaan yang nyata.

Adalah Bambang Harianto dan sang istri, Nur Komariah, pasangan suami istri (pasutri) yang telah mendedikasikan hidup mereka untuk merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), warga terlantar, serta masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

Pengabdian tulus ini telah mereka lakoni sejak tahun 2012. Dengan penuh kesabaran, pasutri ini mendampingi para penghuni shelter, mulai dari memberikan perawatan intensif, memenuhi kebutuhan logistik sehari-hari, hingga menjadi sandaran emosional bagi mereka yang kehilangan arah dan keluarga.

Baca Juga: Rayakan Hari Anak Nasional 2026, Hotel Horison GKB Gresik Gandeng Sanggar Corat Coret Gelar Lomba Mewarnai

Koordinator Penjaga Shelter Dinsos Cerme, Bambang Harianto, mengakui bahwa mengurus ODGJ bukanlah perkara mudah. Rasa lelah secara fisik dan mental kerap menghampiri, namun panggilan kemanusiaan selalu berhasil menjadi bahan bakar utama bagi mereka untuk tetap bertahan.

“Merawat dan membantu sesama itu kadang memang ada rasa capeknya. Namun atas nama kemanusiaan dan niat menolong orang-orang yang membutuhkan, kami harus tetap menjaga semangat dan tingkat kesabaran,” ujar Bambang, pria asli Cerme tersebut, Minggu (19/7).

Bagi pria berusia 51 tahun ini, pengalaman paling berkesan selama belasan tahun mengabdi adalah hikmah mendalam yang diperoleh dari setiap proses pendampingan. Ada kepuasan batin tersendiri saat mampu mengembalikan senyuman di wajah para penghuni shelter. “Tentu ada rasa senang. Kita bisa bersama-sama menolong orang yang sedang kesulitan,” ucapnya tulus.

Baca Juga: Perkuat Sinergi Kemanusiaan, Ipda Purnomo ‘Polisi Baik’ Apresiasi Gerak Cepat Shelter Dinsos Gresik Tangani ODGJ

Meski demikian, dinamika pekerjaan di shelter Dinsos tentu dipenuhi berbagai tantangan berat. Bambang menceritakan, tidak jarang para penghuni mengalami ketidakstabilan emosi yang meledak-ledak, mengamuk, hingga histeris meminta pulang.

“Kendalanya di lapangan ya kadang mereka mendadak cemberut lalu ngamuk. Kalau sudah mengamuk, rata-rata minta pulang dan terus-terusan bertanya kenapa tidak kunjung dipulangkan,” jelas Bambang sembari tersenyum mengenang tantangan kesehariannya.

Menghadapi situasi tersebut, Bambang menegaskan bahwa seorang penjaga shelter dituntut untuk selalu siap siaga 24 jam kapan pun dibutuhkan. Dengan modal keikhlasan, pasutri ini terus berjaga dan mendampingi setiap jiwa yang membutuhkan perhatian, perawatan, serta kasih sayang yang layak.

Baca Juga: Senator Lia Istifhama Hadiri Seminar Anak Gifted di Gresik,Tegaskan Hak Konstitusi dan Landasan Yuridis Pendidikan Inklusif

“Prinsipnya, kami siap menunggu dan siap siaga kapan pun dan apa pun yang mereka butuhkan di shelter ini,” pungkasnya. (jar/han)

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
gresik dinsos cerme shelter odgj