RADAR GRESIK – Momentum hari libur nasional dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dimanfaatkan secara maksimal oleh ribuan masyarakat dari berbagai penjuru daerah untuk melakukan aktivitas wisata religi di Kabupaten Gresik.
Dua destinasi ziarah wali sanga yang menjadi tujuan utama di Kota Santri, yakni Kompleks Makam Sunan Gresik (Syekh Maulana Malik Ibrahim) dan Makam Sunan Giri, dilaporkan dipadati oleh lautan manusia sejak beberapa hari terakhir.
Lonjakan arus kedatangan para peziarah ini terlihat sangat signifikan jika dibandingkan dengan hari-hari biasa. Sejak akhir pekan lalu, pergerakan arus kendaraan bus pariwisata maupun kendaraan pribadi yang mengangkut rombongan peziarah terus merangkak naik secara tajam.
Baca Juga: Didominasi Judi Online, Ratusan Istri di Gresik Pilih Jadi Janda
Mereka datang bukan hanya dari wilayah lokal di Pulau Jawa saja, melainkan banyak juga yang menempuh perjalanan jauh dari Pulau Sumatra demi bisa menunaikan ikhtiar spiritual di bumi Gresik.
Juru Kunci Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik), Jamil, menjelaskan bahwa eskalasi peningkatan jumlah pengunjung makam sudah mulai terasa sangat kontras sejak hari Minggu lalu.
Berdasarkan catatan dan pengamatan di area kompleks makam, jika pada hari-hari biasa jumlah peziarah yang datang berkisar di angka 500 hingga 1.000 orang saja per hari, maka selama periode libur panjang pergantian tahun baru Islam ini angkanya melonjak tajam berada di kisaran 2.000 hingga 5.000 orang setiap harinya.
Baca Juga: SK Resmi Ditandatangani, Bakesbangpol Targetkan Dana Hibah Parpol Gresik Cair Bulan Ini
“Peziarah mulai meningkat sejak hari Minggu kemarin. Biasanya sekitar 500 sampai 1.000 orang, sekarang bisa mencapai 2.000 hingga 5.000 orang per hari,” ujar Jamil saat memaparkan data statistik kunjungan wisata religi di sela kesibukannya memantau ketertiban makam, Selasa (16/6/2026).
Jamil menambahkan bahwa apabila dibandingkan dengan capaian pada bulan sebelumnya, total jumlah peziarah yang merapat ke makam Sunan Gresik pada bulan Juni ini memang mengalami tren kenaikan yang sangat signifikan.
Menurut analisisnya, momen sakral pergantian Tahun Baru Hijriah selalu menjadi salah satu faktor teologis dan budaya yang paling kuat dalam mendorong animo masyarakat Muslim untuk melakukan ziarah, beriktikaf, serta memanjatkan doa di makam para waliyullah.
Baca Juga: Vonis Bebas Dianulir MA, Kejari Gresik Segera Jebloskan Tersangka Kasus Surat Palsu ke Penjara
Kepadatan di area makam juga dikonfirmasi oleh salah satu peziarah asal Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, bernama Sholihin. Dirinya mengaku sengaja memboyong seluruh anggota keluarganya ke Gresik bertepatan dengan hari libur nasional ini.
Baginya, agenda ziarah ini menjadi paket lengkap karena selain berfungsi sebagai sarana wisata religi, juga diniatkan sebagai media untuk mengetuk pintu keberkahan hidup melalui wasilah doa yang dipanjatkan di pusara kekasih Allah.
"Tujuan kami berziarah untuk mendoakan para wali dan berharap mendapat barokah. Kebetulan ini libur Tahun Baru Islam. Jadi sekalian mengajak keluarga untuk berziarah ke makam para wali,” kata Sholihin menceritakan motivasi perjalanan spiritualnya.
Baca Juga: Didominasi Judi Online, Ratusan Istri di Gresik Pilih Jadi Janda
Lebih lanjut, Sholihin menaruh harapan besar agar perjalanan spiritual lintas provinsi yang dilakoninya tersebut dapat membuahkan banyak manfaat batiniah, memberikan ketenangan dalam mengarungi kehidupan ke depan, serta menjadi sarana edukasi bagi anak-anaknya agar semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan meneladani rekam jejak perjuangan dakwah para wali.
“Semoga dengan berziarah ini kami bisa lebih dekat dengan para wali, mendapatkan rida Allah SWT, dan membawa manfaat untuk kehidupan ke depan,” pungkasnya mengakhiri pembicaraan.
Dengan membeludaknya volume peziarah di awal Tahun Baru Hijriah ini, sektor ekonomi mikro di sekitar kawasan makam, seperti pedagang suvenir, kuliner khas, juru parkir, hingga pelaku transportasi lokal (bemo dan ojek makam) di Kabupaten Gresik turut kecrat-krecrit berkah finansial yang masif. (jar/han)
Editor : Hany Akasah