RADAR GRESIK – Bulan suci Ramadan selalu membawa berkah bagi para pemburu kuliner tradisional di Kabupaten Gresik. Salah satu menu takjil yang paling dinantikan dan memiliki keunikan tersendiri adalah Bubur Masin.
Sajian legendaris ini tergolong istimewa karena hampir mustahil ditemukan pada hari-hari biasa selain di bulan Ramadan.
Bubur masin dikenal luas oleh masyarakat setempat karena cita rasanya yang kaya, yakni perpaduan antara gurih, asam, dan pedas.
Meski sekilas tampak sederhana, proses pengolahannya menggunakan bahan-bahan pilihan yang memberikan sensasi unik di lidah. Terbuat dari jagung yang diolah hingga teksturnya lembut, bubur ini diperkaya dengan bumbu kuat dari santan, kesegaran daun kemangi, serta potongan belimbing wuluh.
Salah satu penjual yang setia menjajakan kuliner ini adalah Roikhanah. Bertempat di kawasan Trate, ia mengaku bubur masin selalu menjadi magnet bagi warga yang sedang mencari menu pembuka puasa.
“Kalau bubur masin ini memang khas Ramadan. Setiap tahun pasti ada yang cari. Di hari biasa saya jual nasi karak tempe, khusus Ramadan saja jualan ini,” ujar Roikhanah, Minggu (8/3).
Menurut Roikhanah, kunci kelezatan bubur masin terletak pada keseimbangan racikan bumbunya. Tak hanya itu, ada cara khusus untuk menikmati sajian ini agar terasa lebih nikmat, yakni dengan pendamping kerupuk udang.
“Biasanya disantap dengan kerupuk udang sebagai pelengkap. Kerupuk udang dicocol ke dalam bubur yang hangat, rasanya makin nikmat,” tambahnya.
Meski peminatnya membludak, harga yang ditawarkan tetap sangat ramah di kantong. Satu porsi bubur masin lengkap dengan kerupuk udangnya dijual hanya seharga Rp 5.000 per kemasan mika.
Kepopuleran bubur masin setiap tahunnya membuktikan bahwa kuliner tradisional tetap memiliki tempat di hati masyarakat, terutama sebagai identitas budaya yang mempererat suasana Ramadan di Kota Pudak. (jar/han)
Editor : Hany Akasah