Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Nostalgia Kuliner Jejak Kerajaan Giri, 120 Jenis Jajanan Jadul di Pasar Giri Biyen Ludes dalam Sekejap

Fajar Yuliyanto • Senin, 9 Februari 2026 | 20:13 WIB
Ramai : Unik 120 jenis panganan dan jajanan tradisional tempo dulu diserbu warga.
Ramai : Unik 120 jenis panganan dan jajanan tradisional tempo dulu diserbu warga.

RADAR GRESIK – Gang sempit di Kampung Kajen, Desa Giri, Kecamatan Kebomas, mendadak berubah menjadi lautan manusia, Minggu pagi.

Ribuan warga menyerbu pasar Panganan Giri Biyen, sebuah gelaran kuliner tempo dulu yang menyajikan jejak kelezatan peninggalan era Sunan Giri.

Tak kurang dari 120 jenis panganan dan jajanan tradisional yang dijajakan di 43 stan ludes terjual dalam kurun waktu kurang dari dua jam. Antusiasme ini membuktikan bahwa kuliner "jadul" masih memiliki tempat spesial di hati masyarakat.

Nuansa masa lalu sangat kental terasa. Selain lokasi pasar yang berada di pemukiman bersejarah, sistem transaksi di sini pun unik.

Pengunjung menggunakan uang dobog, koin berlubang khas zaman dulu, untuk menebus aneka kudapan. Meski begitu, panitia tetap melayani uang rupiah bagi pengunjung yang kehabisan koin tersebut.

Ketua Pasar Panganan Giri Biyen, Nurul Huda, menjelaskan bahwa ini merupakan gelaran ketiga kalinya. Selain misi pelestarian budaya, acara ini menjadi motor penggerak ekonomi warga sekitar.

“Ada 120 jenis panganan di 43 stan. Tujuannya jelas, melestarikan warisan Sunan Giri sekaligus mengangkat UMKM setempat agar lebih sejahtera,” ungkap Nurul Huda.

Pencetus ide Pasar Panganan Giri Biyen, Muhammad Ma’arif, merinci sejumlah menu langka yang menjadi primadona. Di antaranya adalah Kupat Ketek yang berbahan beras ketan, Bubur Masen, Sego Roomo, hingga Nasi Bukhori yang menjadi ciri khas Kampung Kajen.

“Kupat Ketek ini sudah menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Makanan di sini memang unik dan mungkin terasa asing bagi generasi sekarang, tapi harganya sangat merakyat, mulai dari Rp2 ribu sampai Rp10 ribu saja,” jelas Ma’arif.

Suasana semakin hangat dengan pemandangan pengunjung yang makan lesehan di sepanjang jalan kampung. Tak hanya itu, mainan tradisional seperti kapal-kapalan otok-otok juga turut dijajakan, menambah kental aroma nostalgia.

Kepopuleran Pasar Giri Biyen rupanya telah meluas hingga ke luar Gresik. Rani, salah satu pengunjung asal Gresik, mengaku sengaja datang pagi buta demi mencicipi hidangan otentik Giri.

“Penasaran sekali, ternyata makanannya benar-benar tradisional dan murah. Saya borong Nasi Bukhori, Pleret, dan Lontong Roomo untuk dibawa pulang,” kata Rani sumringah.

Tak hanya warga lokal, pengunjung dari Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, hingga Lamongan terpantau turut memadati area pasar tersembunyi ini demi merasakan sensasi sarapan ala zaman kerajaan. (jar/han)

Editor : Hany Akasah
#jadul #giri #gresik #jajanan #kebomas #tempo dulu