RADAR GRESIK – Yayasan Takmir Masjid Manyar (Yatamam), Kecamatan Manyar, Gresik, melakukan terobosan dalam pelayanan sosial kemanusiaan.
Terinspirasi dari sistem yang ada di Masjidil Haram, Mekkah, pengurus masjid kini menghadirkan fasilitas mobil listrik eksekutif khusus untuk antar jemput jenazah bagi warga setempat secara gratis.
Inovasi ini lahir dari sebuah kepedulian terhadap kendala yang sering dihadapi masyarakat saat prosesi pemakaman, terutama terkait keterbatasan tenaga pengantar pada jam-jam sibuk.
Ketua Yatamam, Abdul Mu’id, mengungkapkan bahwa ide ini sudah direncanakan sejak dua tahun lalu. Pihaknya kerap menerima keluhan mengenai minimnya orang yang bisa membantu memanggul keranda jika pemakaman dilakukan pada jam kerja (pukul 09.00 – 10.00 WIB).
“Dulu ada warga yang curhat, kalau pemakaman pagi hari jarang ada yang mengantar karena orang-orang sedang bekerja. Jarak masjid ke makam sekitar 800 meter, dalam kondisi tertentu jenazah harus dipanggul tanpa bergantian karena pengantar minim. Itu sangat memberatkan,” ungkap Abdul Mu’id.
Setelah melakukan riset mendalam, pihak yayasan akhirnya memilih mobil listrik senilai Rp185 juta (total Rp200 juta termasuk pengiriman) yang dibiayai penuh oleh anggaran Yatamam.
Penggunaan mobil listrik dipilih karena selain ramah lingkungan, juga memberikan kesan eksekutif dan lebih menghormati jenazah dibandingkan menggunakan gerobak dorong yang pernah ada sebelumnya.
"Di Mekkah, antar jemput jenazah sudah menggunakan kendaraan khusus yang tertata rapi. Saya rasa dengan mobil listrik ini kesannya lebih eksekutif dan lebih menghormati almarhum/almarhumah," imbuhnya.
Saat ini, mobil tersebut tengah dalam tahap modifikasi agar dapat mengakomodasi berbagai ukuran keranda yang ada. Layanan ini nantinya akan melayani tiga desa di kawasan Manyar, yaitu Desa Manyar Sidomukti, Desa Manyar Sidorukun, Desa Manyarejo.
Fasilitas ini mencakup delapan kelompok kifayah dengan standar operasional yang lengkap, mulai dari sopir hingga tim dokumentasi. Skemanya, mobil akan menjemput jenazah dari rumah duka, dibawa ke masjid untuk disalatkan, kemudian diantar menuju pemakaman (maqbaroh).
“Ini murni untuk warga Manyar dan digratiskan. Harapan kami sederhana, semoga fasilitas ini benar-benar bermanfaat dan bisa meringankan beban masyarakat di tengah suasana duka,” tutup Abdul Mu’id. (jar/han)
Editor : Hany Akasah