“Menurut saya Pemerintah sudah tepat mewajibkan seluruh masyarakat untuk menjadi peserta BPJS. Saya ingat betul manfaatnya sangat membantu saya dan keluarga, karena kita tidak pernah bisa memprediksi kapan datangnya sakit dan tidak bisa menghindar serta tidak bisa memilih mau sakit apa. Oleh karenanya, memiliki jaminan kesehatan sangat penting dalam hidup saya,” tegas Novia.
Novia lalu menceritakan pengalaman anggota keluarga saat merasakan manfaat Program JKN. Dirinya merasa tenang untuk urusan pembiayaan ketika sang buah hati mengalami sakit.
“Sekitar awal September lalu, anak saya yang masih berusia 3 tahun mengalami kejang, demam tinggi hingga suhu 40 derajat celcius. Panik kondisi anak saya itu sudah pasti, tp untuk urusan jaminan pembiayaan kesehatan anak saya tidak gusar karena kami sekeluarga adalah peserta aktif BPJS Kesehatan,” kisahnya.
Ibu dua anak ini merasa lega, pasalnya seluruh pembiayaan perawatan sakit sang buah hati ditanggung BPJS Kesehatan. Selain perawatan di UGD, buah hati Novia juga harus menjalani rawat inap.
“Seluruh petugas kesehatan yang merawat anak saya sangat optimal pelayanannya, dan seluruh perawatan mulai dari pemberian obat kejang, oksigen, infus, masuk ruang observasi hingga opname selama tiga hari tidak membayar lagi. Saya peserta BPJS Kelas 1, dan atas kemauan saya sendiri saya minta untuk naik kelas ke VIP jadi saya hanya membayar selisih untuk kamar rawatnya saja," ungkap Novia.
Tidak cukup sampai rawat inap saja, manfaat Program JKN terus ia rasakan saat sang buah hati harus kontrol. Novia mengaku puas atas pelayanan JKN, ia bahkan tidak dapat membayangkan jika tidak menjadi peserta BPJS Kesehatan.
“Saya mungkin akan kehabisan cara untuk bisa membayar biaya kesehatan anak saya jika tidak menggunakan BPJS, karena saya lihat sendiri tagihan rumah sakit yang seharusnya bayar tapi tidak perlu saya bayar karena dibantu JKN. Semoga manfaat Program JKN ini bisa terus dirasakan oleh saya dan keluarga juga masyarakat,” imbuhnya. (rn/qa) Editor : Hany Akasah