Babinsa Koramil Cerme Serma Jarwo Sirih mengatakan, stunting yaitu keadaan tubuh yang sangat pendek, atau dalam bahasa jawa disebut kuntet. Stunting dapat terjadi sebagai akibat adanya kekurangan gizi pada anak balita.
" Salah satu cara dalam pencegahan stunting yaitu pemenuhan gizi dan pelayanan kesehatan terhadap Ibu hamil dan balita harus diutamakan. Petugas juga harus melakukan pengecekan kesehatan secara rutin, " ujar Serma.
Baca Juga : Pemdes Yosowilangun Cegah Stunting dengan Beri Tambahan Suplemen Anak
Dikatakan, upaya penanganan stunting menjadi bagian dari program pemerintah. Pasalnya, mengingat stunting akan berpengaruh terhadap kemajuan bangsa dan negara. Hal itu karena stunting berpengaruh terhadap tingkat kecerdasan anak dan status kesehatan pada saat dewasa kelak.
“Banyak yang beranggapan pertumbuhan fisik sepenuhnya dipengaruhi faktor keturunan, padahal dalam pertumbuhan fisik anak balita juga lebih berpengaruh pada kurangnya asupan gizi," jelasnya.
Baca Juga : Cargill Gresik Dampingi Tiga Desa di Manyar Tangani Stunting
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gresik dr Mukhibatul Khusna menambahkan, Dinas Kesehatan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan pada balita. Di antaranya, penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, lingkar perut dan kepala serta pemberian makanan atau gizi tambahan.
“Selain kegiatan posyandu, kami selalu memberikan sosialisasi kepada para orang tua yang memiliki balita untuk memperhatikan gizinya agar terhinda dari stunting,” kata Khusna. (yud/han) Editor : Hany Akasah