Kedatangan Sinaga didampingi sejumlah pejabat dilingkungan Disdamkarla Gresik. Pada kesempatan itu, AH Sinaga berharap agar hydrant yang ditemukan oleh tim konsultan Bappeda bisa direvitalisasi.
"Jaman belanda sistem proteksi kebakaran menjadi hal yang utama. Jangan sampai saat ini kita justru malah mengesampingkan bahaya kebakaran ini," kata Sinaga.
Baca Juga Arkeolog Temukan Hydrant Berangka Lebih 100 Tahun di Bandar Grisse
Dalam kesempatan tersebut, Sinaga juga mendapatkan penjelasan dari tim ahli yang ditunjuk oleh Bappeda Gresik. Tim yang diketuai Kristiawan salah seorang arkeolog dari Universitas Udayana Bali itu menyampaikan jika keberadaan hydrant di area kawasan kota lama diperkirakan tidak hanya satu hydrant.
"Kami sudah mengidentifikasi ada sedikitnya 4 hydrant diarea sekitar Jalan ini, namun sisanya hilang," ujar Kristiawan.
Dia juga menduga struktur perpipaan yang ada dibawah tanah sudah hancur karena termakan usia. Namun hal itu akan dibuktikan dengan proses eskavasi yang dilakukan selama tiga hari kedepan.
"Semoga jaringan pipanya ketemu saat kami gali sehingga bisa mengetahui pola proteksi kebakaran jaman belanda," pungkasnya. (fir/han) Editor : Hany Akasah