Hal ini seperti yang disampaikan Ketua Komisi II DPRD Gresik Asroin Widyana. "Kami sudah memanggil semua dinas terkait. Mereka telah membatalkan semua bantuan hewan ternak yang telah dianggarkan tahun 2022," ujarnya.
Menurut dia, alasan pembatalan bantuan kepada masyarakat ini karena ada edaran dari pemerintah pusat. Dengan dasar yang kuat pihaknya tidak bisa memberikan solusi lain.
"Karena ini sudah menjadi kebijakan kami tidak bisa menolak. Jadi untuk tahun ini bantuan sapi yang rencananya akan diberikan kepada masyarakat dibatalkan," ungkap dia.
Dikatakan, pihaknya sebenarnya sudah mencoba untuk mengganti bantuan dari sapi ke hewan ternak yang lain. Tetapi pemerintah tetap tidak berani. "Jadi meskipun kambing, juga tidak bisa. Hanya ikan yang diperbolehkan," terangnya.
Selain itu, dalam rapat koordinasi pemerintah juga membawa landasan dari ahli bahwa wabah ini baru benar-benar hilang dua tahun. Dengan alasan ini pada tahun 2023 kemungkinan juga masih belum bisa. "Tapi pemerintah tetap menunggu perkembangan lebih lanjut. Nanti akan dilakukan pembahasan kembali," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anandito mengatakan yang dibatalkan terkait bantuan hibah sapi. Hal itu karena Gresik ditetapkan sebagai daerah wabah. "Sehingga arus keluar masuk hewan ternak sangat terbatas. Nanti kalau tetap ada, pengadaannya akan repot," ujarnya.
Menurut dia, kondisi ini kemungkinan akan berlangsung hingga 2023. Namun, pihaknya tetap menunggu kondisi lebih lanjut. "Kalau ada pencabutan penetapan nanti kami kaji lagi," imbuhnya.(rof/han) Editor : Hany Akasah