Para lansia itu tersebut, terlihat antusias saat menjalani operasi katarak gratis. Mereka bahkan rela antre untuk mendapatkan giliran untuk mendapat pemeriksaan mata dengan tidak melupakan protokol kesehatan (Prokes).
Salah satu lansia Wahyuni ,53, seorang ibu rumah tangga warga asal Kecamatan Gresik itu mengaku senang atas kesempatan ini. Ia mengaku, sudah cukup lama mengalami penglihatan yang cukup buruk. Buram dan tidak jelas, ujarnya singkat.
"Saya terdiagnosa Katarak pada beberapa tahun lalu dan dan ternyata terdiagnosa kembali pada tahun ini dan membutuhkan Operasi Katarak. Snagat terbantu, dan sudah terbayang bisa melihat lebih jelas seperti mata kanannya," ujarnya, Senin (25/5).
Sementara Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail menuturkan katarak merupakan permasalahan kesehatan mata yang ditangani secara serius. Pasalnya, penyakit yang banyak menyerang para lansia ini, jika dibiarkan akan berakibat fatal. Penderitanya bisa mengalami kebutaan.
“Mata adalah salah satu panca indera yang penting. Dimana segala hal dapat dilaksanakan, dimulai dari mata dan berbagai kebahagiaan bisa kita lihat dan rasakan dari mata,” tuturnya.
Baca juga :Jaga Keamanan Lebaran, Prajurit Kodim 0817 Gresik Cuti Bergantian
Sementara itu, perwakilan Eyelink Foundation dr Badlina Fitrianisa Yulianingrum menyebutkan Katarak adalah penyebab kebutaan terbesar di Indonesia bahkan dunia. “Katarak merupakan keluhan tertinggi yang bisa menyebabkan kebutaan bagi penderitanya, kemudian disusul keluhan lain seperti kelainan refraksi (mata minus, silinder, rabun dekat), mata kering, dan Konjungtivitis,” pungkasnya. (yud/Han) Editor : Hany Akasah