RADAR GRESIK-Pasar Bandeng Gresik kembali menghiasi kota saat akhir Ramadan mulai Sabtu (6/4/2024) hingga Senin (8/4/2024). Tradisi yang sudah berlangsung sejak zaman Sunan Giri ini menjadi magnet bagi ribuan pengunjung dari berbagai penjuru.
Tak hanya berbagai macam ikan bandeng yang dijual, berbagai produk UMKM dan jajanan lainnya juga meramaikan seluruh area kawasan Pasar Bandeng Kawak 2024. Mulai dari Jalan Samanhudi, HOS Cokroaminoto hingga Raden Santri.
Salah satu penjual ikan bandeng asal Mengare Bungah Gresik, Muhamamad mengatakan, pasar bandeng merupakan momen dan tradisi Pasar Bandeng yang dijadikan untuk mengais rezeki jelang Lebaran.
"Rezekinya ya pas pasar bandeng, saya bawa 50 kilogram dengan berbagai macam ukuran untuk dijual lagi," kata Muhammad.
Dipaparkannya, harga bandeng kawak memang berbeda di setiap kilogramnnya. Makin berat kilogrammnya maka harganya lebih mahal. Misalnya, bandeng yang beratnya hanya 1 kilogram per ekor akan berbeda harga bandeng yang per ekornya mencapai 2 3 kilogram.
Misalnya, harga bandeng per ekor ukurannya 1 kilogram maka dijual dengan harga Rp 55.000. Sedangkan, bandeng yang per ekornya beratnya mencapai 3 kilogram, maka harga per kilogramnya mencapai Rp 180.000.
Jadi total per ekor yang beratnya 3 kilogramnnya mencapai Rp 540.000. Harga bandeng yang beratnya minimal 4 kilogram biasanya dibandrol dengan Rp 225.000 per kilogramnya.
Makin besar ukuran bandeng, maka harganya pun selangit. Ikan bandeng sebesar 5 kilogram bisa mencapai Rp 1 juta lebih.
Meski harganya mahal dengan ukuran besar, namun masyarakat makin memburu. Pasalnya, sajian kuliner ikan bandeng dengan ukuran besar menjadi gengsi dan kesenangan sendiri bagi masyarakat Gresik. Apalagi, ikan bakal disajikan saat Lebaran tiba.
"Biasanya saudara memang pada cari, dapat bandeng ukuran berapa? tanyanya seperti itu. Kalau makin besar rasanya makin enak, tidak ada durinya," kata Anisah.
Semakin besar ikan juga bisa dinikmati bareng-bareng dengan keluarga saat Lebaran tiba. "Kalau ada tamu, ya makannya bandeng," ungkap Anisah.
Selain menikmati dan berburu ikan bandeng, anak-anak pun riang gembira menyaksikan berbagai atraksi dan pertunjukan yang menghiasi festival ini. Pasar Bandeng Gresik bukan hanya sekadar tradisi, melainkan bagian dari kearifan lokal dan identitas kultural yang patut dilestarikan. (mar/han)
Editor : Hany Akasah