Pangkas Waktu Sandar dan Port Stay, TTL Bersama KSOP Perak Perkuat Sinergi Zona EAZI

Hany Akasah • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 12:48 WIB
PT Terminal Teluk Lamong (TTL) bersama para pemangku kepentingan kepelabuhanan Tanjung Perak menggelar Evaluasi Bersama Pelayanan Kapal & Penerapan Zona EAZI. (Foto : Ist/Radar Gresik)
PT Terminal Teluk Lamong (TTL) bersama para pemangku kepentingan kepelabuhanan Tanjung Perak menggelar Evaluasi Bersama Pelayanan Kapal & Penerapan Zona EAZI. (Foto : Ist/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) bersama jajaran pemangku kepentingan kepelabuhanan Tanjung Perak menggelar kegiatan Evaluasi Bersama Pelayanan Kapal dan Evaluasi Penerapan Zona EAZI (Express Anchorage Zone Service), Kamis (1/10/2026).

Forum strategis ini diikuti oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak, Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Tanjung Perak, Regional 3 PT Pelabuhan Indonesia (Persero), serta PT Pelindo Jasa Maritim.

Evaluasi berkala tersebut diselenggarakan untuk mengukur efektivitas penerapan Zona EAZI sekaligus memperkuat sinergi lintas instansi guna meningkatkan efisiensi, kepastian waktu, dan kualitas pelayanan operasional kapal di lingkungan PT Terminal Teluk Lamong.

Baca Juga: Tanamkan Kesadaran Lingkungan Sejak Dini, PT Terminal Teluk Lamong Salurkan Sarana Pemilahan Sampah

Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, menegaskan bahwa percepatan durasi pelayanan kapal merupakan tanggung jawab kolektif seluruh stakeholder di sektor kepelabuhanan. Menurutnya, inovasi Zona EAZI terbukti memberikan dampak signifikan terhadap penurunan durasi port stay dan berdampak langsung pada efisiensi operasional para pengguna jasa.

"TTL bersama seluruh pemangku kepentingan terus melakukan berbagai upaya untuk mempercepat pelayanan kapal melalui kolaborasi yang kuat guna menghadirkan pelayanan yang semakin cepat, aman, reliabel, dan kompetitif," ujar David Sirait. 

Penerapan Zona EAZI di lingkungan kepelabuhanan Tanjung Perak mencatatkan tren performa positif. Di Terminal Petikemas (TPK) Nilam, sepanjang periode 23 April hingga 31 Agustus 2026, Zona EAZI berhasil melayani 176 kapal dengan rata-rata durasi Ship-to-Ship (STS) berth changeover mencapai 2 jam 53 menit.

Baca Juga: Bawa Program Budidaya Kepiting Soka, PT Terminal Teluk Lamong Raih CSR & PDB Awards 2026

Skema ini mendorong lonjakan rata-rata kapal yang masuk dermaga dari 14 menjadi 17 kapal per periode, atau tumbuh sekitar 21,4 persen.

Sementara itu, pada tahap uji coba di TPK Berlian sepanjang 4–31 Agustus 2026, tercatat sebanyak 16 kapal dilayani dengan rata-rata waktu STS 2 jam 24 menit. Capaian tersebut menjadi pijakan penting dalam mewujudkan target standar waktu STS menjadi 2 jam.

Adapun indikator STS (Ship-to-Ship berth changeover) dihitung sejak proses pelepasan tali terakhir (last line) kapal sebelumnya hingga pengikatan tali pertama (first line) kapal berikutnya di satu tambatan yang sama.

Baca Juga: Tabrak Truk Parkir di Jalan Raya Duduksampeyan Gresik, Pengendara Asal Lamongan Meninggal Dunia

Group Head Pelayanan Kapal PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Santoso, menambahkan bahwa pemeliharaan standar layanan membutuhkan evaluasi berkelanjutan.

"Kolaborasi antarpemangku kepentingan merupakan suatu keniscayaan untuk memberikan layanan terbaik kepada pengguna jasa. Evaluasi secara berkelanjutan penting dilakukan agar setiap improvement yang diterapkan benar-benar mampu meningkatkan kualitas layanan dan memberikan pengalaman terbaik bagi customer TTL," terang Santoso.

Apresiasi atas keberhasilan inisiatif ini disampaikan langsung oleh Kepala Kantor KSOP Utama Tanjung Perak, Agustinus Maun. Ia menilai integrasi Zona EAZI membawa perubahan signifikan pada tata kelola operasional kapal di Pelabuhan Tanjung Perak.

Baca Juga: Siap Sabet PROPER Biru, PT Terminal Teluk Lamong Buktikan Komitmen Green Port Lewat Audit KLH

"Terima kasih kepada PT Terminal Teluk Lamong yang telah menyelenggarakan kegiatan evaluasi ini. Implementasi EAZI telah memberikan pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan layanan kapal. Kolaborasi seluruh stakeholder menjadi kunci untuk terus menghadirkan pelayanan yang semakin baik bagi pengguna jasa," pukas Agustinus.

Guna memperkuat ekosistem digitalisasi layanan tambatan, PT Terminal Teluk Lamong terus mengembangkan aplikasi BESTI (Berth Allocation Efficiency & Support Terminal Integration).

Baca Juga: Perkuat Tata Kelola Perusahaan, PT Terminal Teluk Lamong Sosialisasi WBS dan Anti-Gratifikasi

Sistem perencanaan tambat terpadu ini diproyeksikan untuk saling terhubung (interconnected) dengan aplikasi PHINISI, Inaportnet, serta Zona EAZI.

Melalui integrasi sistem informasi secara real time ini, proses koordinasi perencanaan hingga realisasi pelayanan kapal di Pelabuhan Tanjung Perak diharapkan makin efisien, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan logistik nasional. (rir/han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
eazi tanjung perak surabaya gresik terminal teluk lamong