Siap Sabet PROPER Biru, PT Terminal Teluk Lamong Buktikan Komitmen Green Port Lewat Audit KLH

Hany Akasah • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 11:13 WIB
Proses evaluasi dan verifikasi teknis PROPER oleh Tim Evaluator Kementerian Lingkungan Hidup / Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH). (Foto : Ist/Radar Gresik)
Proses evaluasi dan verifikasi teknis PROPER oleh Tim Evaluator Kementerian Lingkungan Hidup / Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH). (Foto : Ist/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekosistem kepelabuhanan.

Anak usaha Subholding Pelindo Terminal Petikemas ini sukses melaksanakan evaluasi dan verifikasi teknis Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) periode 2025–2026 bersama Tim Evaluator Kementerian Lingkungan Hidup / Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH).

Kegiatan evaluasi dan verifikasi teknis yang berlangsung di awal September 2026 tersebut mencakup audit komprehensif terhadap empat aspek krusial pengelolaan lingkungan di area operasional TTL.

Baca Juga: KSOP Tanjung Perak Tinjau Kesiapan E-RTG Baru di Terminal Petikemas Nilam

Aspek-aspek tersebut meliputi Pengendalian Pencemaran Air, Pengendalian Pencemaran Udara, Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), serta Pengelolaan Sampah Domestik.

Pelaksanaan verifikasi ini sekaligus membuktikan konsistensi TTL sebagai pionir Green and Smart Port di Indonesia yang secara berkelanjutan mengimplementasikan berbagai inovasi ramah lingkungan guna mendukung pencapaian target Net Zero Emission (NZE) di sektor kepelabuhanan.

Direktur Operasi PT Terminal Teluk Lamong, Muhammad Syukur, menegaskan bahwa keikutsertaan TTL dalam penilaian PROPER bukan sekadar pemenuhan regulasi dan kewajiban administrasi semata, melainkan wujud nyata komitmen manajemen dalam menerapkan standar operasional yang berorientasi keberlanjutan.

Baca Juga: Tinjau Terminal Teluk Lamong, Kemenhub Apresiasi Transisi Energi dan Konsep Green Port

"Bagi manajemen TTL, pengelolaan lingkungan dan operasional pelabuhan harus berjalan beriringan. Komitmen ini kami buktikan melalui penyediaan infrastruktur lingkungan yang andal, mulai dari fasilitas pengolahan air limbah hingga penggunaan peralatan operasional berbasis listrik (eco-power) guna menekan emisi karbon secara signifikan," ujar Syukur.

Berdasarkan hasil verifikasi lapangan, PT Terminal Teluk Lamong secara keseluruhan dinilai telah memenuhi tingkat ketaatan regulasi lingkungan hidup secara penuh.

Ketaatan tersebut ditunjukkan melalui beberapa keunggulan sistemik, di antaranya pengelolaan limbah B3 secara digital melalui aplikasi Festronik, pengoperasian Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Domestik berfasilitas flowmeter, serta pengelolaan Tempat Penampungan Sementara (TPS) sampah Non-B3 yang mengantongi izin resmi.

Baca Juga: Berdayakan Warga, PT Terminal Teluk Lamong Fasilitasi Pelatihan dan Sertifikasi Gada Pratama Gratis

Keandalan infrastruktur pendukung Green Port ini juga diperkuat oleh keberhasilan program reduksi sampah domestik yang mencapai 71,86 persen berkat sistem digitalisasi perkantoran bebas kertas (paperless) dan pengomposan mandiri.

Selain itu, TTL secara rutin menggelar pemantauan berkala di 11 titik kualitas air laut serta 7 titik kualitas udara ambien dan kebisingan di sekitar terminal dan pemukiman warga.

Seluruh hasil pengujian teknis ini menegaskan bahwa PT Terminal Teluk Lamong berada pada jalur yang tepat untuk meraih predikat PROPER Biru pada periode penilaian 2025–2026.

Baca Juga: Dukung Pelabuhan Hijau, PT Terminal Teluk Lamong Perkuat Kapasitas TPK Nilam Lewat Penambahan E-RTG

Sementara itu, Ketua Tim Verifikasi KLH/BPLH, Teguh Irawan, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas transparansi dan kesiapan manajemen PT Terminal Teluk Lamong selama proses evaluasi lapangan.

"Kami sangat menghargai kolaborasi dan keterbukaan dari manajemen TTL. Kami optimistis implementasi pengelolaan lingkungan di area TTL akan membuahkan hasil yang maksimal serta mencerminkan tingkat ketaatan yang tinggi terhadap regulasi sehingga semakin memperkuat efektivitas pengelolaan lingkungan di masa depan," ungkap Teguh.

Melalui penerapan standar pengelolaan lingkungan yang ketat dan keberlanjutan konsep Green Port, PT Terminal Teluk Lamong terus bertekad memperkuat perannya sebagai pelabuhan berstandar internasional yang ramah lingkungan.

Baca Juga: Pelajar 16 Tahun Meninggal Usai Tabrak Mobil Parkir di Jalan Martadinata Gresik

Langkah strategis ini menjadi kontribusi nyata perusahaan dalam memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan sekaligus menjaga ekosistem pelabuhan yang bersih, aman, dan efisien demi terwujudnya operasional yang berkelanjutan. (han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
PROPER pelindo verifikasi terminal teluk lamong ttl