RADAR GRESIK – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) mencatatkan kinerja positif hingga Agustus 2026. Arus petikemas perusahaan mencapai 2.027.914 TEUs, meningkat 12,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni 1.804.442 TEUs.
Capaian tersebut turut memberikan kontribusi sebesar 30,59 persen terhadap pertumbuhan arus petikemas PT Pelindo Terminal Petikemas secara nasional. Pada periode yang sama, arus petikemas nasional tercatat tumbuh 5,51 persen secara tahunan (year-on-year).
Pertumbuhan kinerja TTL terutama ditopang segmen petikemas internasional yang mencapai 389.682 TEUs. Angka tersebut melonjak 78,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni 218.076 TEUs.
Sementara itu, arus petikemas domestik tercatat sebesar 1.638.232 TEUs atau tumbuh 3,27 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 1.586.366 TEUs.
Pertumbuhan segmen internasional antara lain didorong oleh tambahan 23 kunjungan kapal (call) ad hoc internasional di Terminal Petikemas (TPK) Teluk Lamong.
Pada segmen domestik, TPK Nilam mencatat pertumbuhan arus petikemas sebesar 17 persen menjadi 368.127 TEUs, dari sebelumnya 315.422 TEUs. Kunjungan kapal di terminal tersebut juga meningkat sebanyak 16 call menjadi 550 kunjungan.
Baca Juga: Perkuat Tata Kelola Perusahaan, PT Terminal Teluk Lamong Sosialisasi WBS dan Anti-Gratifikasi
Adapun arus petikemas domestik TPK Berlian tumbuh 4,1 persen menjadi 916.026 TEUs, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 880.153 TEUs.
Peningkatan volume arus petikemas tersebut turut diimbangi dengan efektivitas dan keandalan layanan operasional. Indikator Effective Time/Berthing Time (ET/BT), yang mengukur efektivitas waktu kerja bongkar muat dibandingkan total waktu kapal berada di tambatan, tercatat melampaui target di seluruh terminal.
Rinciannya, TPK Teluk Lamong Internasional mencatat ET/BT sebesar 87,93 persen dari target 81 persen. TPK Teluk Lamong Domestik mencapai 77,14 persen dari target 73 persen.
Baca Juga: Berdayakan Warga, PT Terminal Teluk Lamong Fasilitasi Pelatihan dan Sertifikasi Gada Pratama Gratis
Sementara itu, TPK Nilam membukukan ET/BT sebesar 81,59 persen dari target 78 persen. Adapun TPK Berlian mencatat 84,45 persen dari target 80 persen.
Corporate Secretary PT Terminal Teluk Lamong Syaiful Anam mengatakan, pertumbuhan arus petikemas hingga Agustus 2026 menunjukkan peningkatan kepercayaan pengguna jasa. Capaian tersebut juga mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menjaga produktivitas dan kualitas layanan.
“Pertumbuhan volume harus berjalan seiring dengan peningkatan produktivitas dan kualitas layanan. Karena itu, TTL terus memastikan operasional di seluruh terminal berlangsung secara efektif, cepat, aman, dan mampu memberikan layanan terbaik bagi para pengguna jasa,” ujar Syaiful.
Baca Juga: Peringati Kemerdekaan RI, PT Terminal Teluk Lamong Hadirkan Pesta Rakyat dan Kompetisi Antarmitra
Menurutnya, capaian hingga Agustus menjadi dorongan bagi seluruh insan TTL untuk mempertahankan momentum pertumbuhan hingga akhir tahun.
“Capaian hingga Agustus menjadi motivasi bagi seluruh tim TTL untuk terus meningkatkan kinerja, menjaga konsistensi kualitas layanan, serta mempertahankan momentum pertumbuhan hingga akhir 2026,” tambahnya.
Kinerja TTL hingga Agustus 2026 sejalan dengan agenda strategis Danantara Indonesia dalam mendorong peningkatan konsistensi layanan dan keandalan operasional. Upaya tersebut diarahkan untuk menjaga kelancaran arus logistik sekaligus mendukung pertumbuhan aktivitas perdagangan nasional.
Baca Juga: Kinerja Terintegrasi Efektif, Arus Petikemas PT Terminal Teluk Lamong Tembus Rekor 1,7 Juta TEUs
Melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, TTL terus mendorong percepatan dan efisiensi pelayanan bongkar muat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat rantai pasok serta meningkatkan daya saing logistik Indonesia.
Salah satu inovasi yang dilakukan adalah uji coba optimalisasi EAZI di TPK Berlian yang dimulai pada 4 Agustus 2026. Program hasil kolaborasi TTL dengan KSOP Utama Tanjung Perak tersebut ditujukan untuk mempercepat proses pergantian kapal dan memangkas waktu tunggu antarkapal.
Ke depan, TTL akan terus mengembangkan inovasi operasional serta memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan produktivitas, menjaga keandalan layanan, dan memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa serta ekosistem logistik nasional. (han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik