RADAR GRESIK – Komitmen Saka Indonesia Pangkah Limited (PGN SAKA) dalam mendukung peningkatan kapasitas dan kemandirian masyarakat diwujudkan melalui program SEKAR PESISIR, salah satunya melalui pendampingan kelompok perempuan pesisir Desa Banyuurip, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Melalui program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM), kelompok tersebut berhasil mengembangkan produk batik dengan memanfaatkan pewarna alami berbahan dasar mangrove yang dikenal dengan nama Batik Geger.
Saat ini, UMKM Batik Geger turut memperkenalkan produk unggulannya kepada masyarakat melalui pameran UMKM dalam rangkaian Lokakarya Media 2026 yang diselenggarakan di Hotel Tentrem, Yogyakarta.
Baca Juga: SKK Migas Restui PGN SAKA Kembangkan Lapangan Ronggolawe, Produksi Minyak Ditargetkan Mulai 2029
Berbagai produk ditampilkan dalam pameran tersebut, mulai dari kain batik, selendang, hingga produk fashion berbahan Batik Geger.
Keikutsertaan dalam pameran menjadi salah satu langkah kelompok UMKM Batik Geger untuk memperluas pengenalan produk sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.
Hal ini sejalan dengan pendampingan yang dilakukan melalui program SEKAR PESISIR, yang tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan produksi, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas produk, penguatan kelembagaan, serta dukungan promosi dan pemasaran.
Batik Geger tidak sekadar menghadirkan produk kerajinan, tetapi juga membawa identitas khas masyarakat pesisir melalui motif yang terinspirasi dari ekosistem mangrove. Motif ikan gelodok, mangrove yang terdiri atas bunga, pohon dan daun, serta burung Kunthul menjadi bagian dari identitas visual Batik Geger.
Baca Juga: Lewat Program ‘Poleng Mengajar’, Siswa SMK SIG Diperkenalkan Dunia Hulu Migas dan Budaya K3
Motif-motif tersebut merepresentasikan ekosistem pesisir yang selama ini memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan masyarakat Desa Banyuurip.
Pengembangan Batik Geger berawal dari keterampilan menjahit yang telah dimiliki oleh sejumlah ibu rumah tangga anggota PKK Desa Banyuurip.
Melalui program SEKAR PESISIR, para perempuan mendapatkan pendampingan secara bertahap, mulai dari teknik membatik, pengolahan pewarna alami mangrove, peningkatan kualitas produk hingga dukungan pemasaran.
Proses pengembangan pewarna alami juga menjadi bagian dari perjalanan kelompok dalam menghasilkan Batik Geger. Para anggota kelompok melakukan berbagai percobaan melalui proses ekstraksi warna alami hingga menemukan formula yang sesuai untuk diaplikasikan pada kain.
Baca Juga: SKK Migas dan BPN Perkuat Kolaborasi Dukung Kelancaran Industri Hulu Migas
Dari sejumlah jenis mangrove yang diuji, Rhizophora mucronatamenghasilkan warna merah, sedangkan Bruguiera gymnorrhiza menghasilkan warna kuning.
External Relations Officer PGN Saka, Irwan Dwi Prasetyo, mengatakan pendampingan terhadap kelompok perempuan pesisir merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong masyarakat agar mampu mengembangkan potensi yang dimiliki dan menciptakan nilai ekonomi secara berkelanjutan.
“PGN SAKA memiliki komitmen yang kuat untuk mendukung pemberdayaan masyarakat, salah satunya melalui pendampingan kelompok perempuan pesisir Banyuurip yaitu Batik Geger. Ke depan diharapkan, perempuan dapat memiliki kontribusi dalam mewujudkan peningkatan ekonomi dan kesejahteraan keluarga," ujarnya.
Baca Juga: Polres Gresik Gagalkan Pengiriman 10,8 Kg Ganja, Disembunyikan dalam Tangki Vespa
Lebih dari sekadar menghasilkan produk, pengembangan Batik Geger juga menjadi ruang bagi perempuan pesisir untuk meningkatkan keterampilan, produktivitas, serta peran mereka dalam mendukung perekonomian keluarga.
Kehadiran produk Batik Geger dalam pameran UMKM Lokakarya Media 2026 menjadi kesempatan bagi kelompok untuk memperkenalkan hasil karya sekaligus membangun jejaring dengan berbagai pihak.
Pemerintah Desa Banyuurip turut berperan sebagai mitra pendamping di lapangan untuk memastikan kegiatan berjalan secara konsisten dan dapat melibatkan lebih banyak masyarakat. Dalam perjalanannya, Batik Geger telah menghasilkan sejumlah produk unggulan yang turut diangkat dalam video dokumenter Batik Geger.
Baca Juga: Polres Gresik Gagalkan Pengiriman 10,8 Kg Ganja, Disembunyikan dalam Tangki Vespa
Ke depan, kelompok Batik Geger menargetkan pengembangan variasi produk turunan serta perluasan jangkauan pasar melalui berbagai kanal, termasuk pameran, kanal digital, dan kemitraan dengan pelaku usaha.
Melalui program SEKAR PESISIR, Saka Indonesia Pangkah Limited (PGN SAKA) berharap pengembangan Batik Geger dapat terus tumbuh sebagai produk khas masyarakat pesisir Banyuurip sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya kelompok perempuan dan keluarga pesisir. (han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik