Jaga Pasokan Bahan Baku Pupuk, Petrokimia Gresik Tambah Serapan Asam Sulfat dari Smelter KEK

Cak Fir • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 08:52 WIB

 

DUKUNGAN : Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob (tiga dari kanan) menggelar rapat kesiapan penguatan pasokan bahan baku pupuk dengan Mind Id dan PT Freeport Indonesia.
DUKUNGAN : Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob (tiga dari kanan) menggelar rapat kesiapan penguatan pasokan bahan baku pupuk dengan Mind Id dan PT Freeport Indonesia.

JAKARTA — PT Petrokimia Gresik memperkuat penyerapan asam sulfat produksi dalam negeri untuk menopang keberlanjutan produksi pupuk nasional. Perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero) bersama MIND ID dan PT Freeport Indonesia (PTFI) tengah mematangkan rencana peningkatan pasokan asam sulfat dari Smelter Manyar PTFI.

Pembahasan tersebut dilakukan dalam pertemuan ketiga perusahaan di Kantor MIND ID, Jakarta, Rabu (9/9). Seiring telah beroperasinya Smelter Manyar PTFI, tambahan pasokan asam sulfat tersebut diupayakan dapat diserap Petrokimia Gresik secara bertahap.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob menyampaikan, Petrokimia Gresik saat ini telah memiliki kerja sama dengan PTFI terkait penyediaan dan penyerapan asam sulfat dari PTFI Smelting untuk periode 2026–2028. Seiring telah beroperasinya Smelter Manyar PTFI, kedua perusahaan terus mematangkan rencana peningkatan kerja sama melalui tambahan pasokan bahan baku tersebut.

“Asam sulfat merupakan salah satu bahan baku utama Petrokimia Gresik selain gas alam. Karena itu, kepastian dan keandalan pasokannya sangat penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pupuk. Tambahan pasokan dari dalam negeri akan semakin memperkuat keandalan produksi pupuk nasional, terutama untuk memenuhi penugasan pemerintah dalam penyediaan Pupuk,” ujar Daconi.

Dia menjelaskan asam sulfat digunakan dalam rantai produksi sejumlah produk pupuk Petrokimia Gresik, antara lain NPK, SP-36, dan ZA. Dengan posisi tersebut, kemampuan menyerap tambahan pasokan asam sulfat dari Smelter Manyar menjadi bagian penting dalam memperkuat rantai pasok bahan baku sekaligus menjaga kontinuitas produksi pupuk.

Selain tambahan pasokan dari Smelter Manyar, Petrokimia Gresik dan PTFI juga membahas keberlanjutan pasokan asam sulfat dari PT Smelting. Diharapkan, penguatan sumber pasokan sekaligus penyerapan produk asam sulfat dari dalam negeri ini akan meningkatkan ketahanan rantai pasok bahan baku Petrokimia Gresik. Langkah ini juga menjadi bagian dari mitigasi risiko disrupsi rantai pasok global, termasuk yang dapat dipengaruhi oleh dinamika dan ketegangan geopolitik.

Daconi menambahkan, kolaborasi Petrokimia Gresik dan PTFI juga mencerminkan sinergi antarsektor industri dalam memperkuat ekosistem hilirisasi nasional. Produk hasil hilirisasi mineral PTFI dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku bagi industri pupuk yang memiliki peran strategis dalam mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan Indonesia.

Upaya peningkatan sinergi tersebut turut mendapat dukungan MIND ID yang akan memfasilitasi koordinasi tindak lanjut kerja sama PTFI dan Petrokimia Gresik. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong sinergi antar-BUMN, optimalisasi pemanfaatan produk hasil hilirisasi mineral, serta keberlanjutan industri pupuk nasional.

“Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana hilirisasi mineral di dalam negeri dapat memberikan manfaat bagi sektor strategis lainnya. Bagi kami, sinergi ini memperkuat keandalan pasokan bahan baku sekaligus meningkatkan ketahanan rantai pasok di tengah dinamika global,” pungkas Daconi.

Editor : Cak Fir
smelter freeport ptfi Petrokimia Gresik