Dukung Pemulihan Masyarakat Terdampak Gempa NTT, Freeport Indonesia Salurkan Bantuan Rp2,5 Miliar

Cak Fir • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 18:35 WIB
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas menyerahkan bantuan secara simbolis bantuan untuk mendukung pemulihan paska gempa NTT.
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas menyerahkan bantuan secara simbolis bantuan untuk mendukung pemulihan paska gempa NTT.

KUPANG – PT Freeport Indonesia (PTFI) menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp2,5 miliar bagi masyarakat terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada (15/08). Dukungan tersebut merupakan bagian dari respons kemanusiaan perusahaan dalam membantu penanganan kedaruratan sekaligus mendukung proses pemulihan masyarakat di wilayah terdampak.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas bersama perwakilan karyawan PTFI asal NTT membawa langsung sebagian bantuan kemanusiaan menggunakan pesawat dengan total berat mencapai 1,5 ton. Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan kepada Gubernur NTT Melki Laka Lena di Kantor Gubernur NTT, Kecamatan Kota Raja, Kupang, Selasa (1/9).

Distribusi bantuan selanjutnya diarahkan ke sejumlah wilayah yang mengalami dampak gempa, termasuk Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Manggarai Timur. Penyaluran tersebut dilakukan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat.

“Kami datang dengan niat yang tulus untuk membawa bantuan bagi saudara-saudara kita yang terkena musibah. NTT merupakan tetangga dekat, kekerabatan yang mendorong kami untuk berbuat lebih banyak. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudarasaudara kita di NTT, serta langkah ini dapat memicu semangat berbagi dari lebih banyak pihak lain,” kata Tony Wenas.

Respons PTFI terhadap bencana dilakukan melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan sumber daya perusahaan, karyawan, serta mitra lembaga kemanusiaan. Selain menyalurkan bantuan, perusahaan mengerahkan tim tanggap darurat dan menggalang donasi dari karyawan di berbagai wilayah operasional.

Donasi yang terkumpul kemudian dilipatgandakan dua kali lipat oleh perusahaan. Skema tersebut menjadi bentuk kolaborasi seluruh insan PTFI di Timika, Nabire, Gresik, dan Jakarta dalam mendukung upaya pemulihan masyarakat terdampak di NTT.

Bantuan yang disalurkan melalui Human Initiative mencakup 700 paket kebutuhan dasar yang terdiri atas Bedding Kit, Personal Hygiene Kit, dan Shelter Kit. Selain bantuan logistik, PTFI juga mendukung pembangunan lima hunian sementara atau Huntara serta empat sekolah darurat.

Penyediaan fasilitas tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat terdampak memenuhi kebutuhan dasar, memperoleh tempat tinggal sementara yang layak, serta menjaga keberlangsungan kegiatan pendidikan selama masa kedaruratan dan pemulihan.

Selain dukungan perusahaan, unsur partisipasi karyawan menjadi bagian penting dalam gerakan kemanusiaan tersebut. Karyawan PTFI dari berbagai lokasi, termasuk Tembagapura, Kuala Kencana, Nabire, Gresik, dan Jakarta, turut menggalang donasi melalui gerakan #PTFIPeduliNTT.

Partisipasi lintas wilayah tersebut mencerminkan mobilisasi solidaritas di lingkungan perusahaan dalam merespons kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana.

“Gerakan ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama tidak mengenal batas wilayah. Dari Mimika, Nabire, Gresik hingga Jakarta, keluarga besar PTFI bersama-sama menunjukkan semangat gotong royong untuk membantu masyarakat NTT,” kata Tony.

Respons kemanusiaan PTFI telah dimulai sejak fase awal bencana. Perusahaan mengirimkan tim tanggap darurat Emergency Preparedness & Response (EP&R), dokter, dan paramedis dari Timika untuk bergabung bersama tim ESDM Siaga Bencana.

Pengerahan personel tersebut dilakukan untuk memperkuat kapasitas penanganan darurat di wilayah terdampak, khususnya dalam aspek penyelamatan dan pelayanan kesehatan. Tim PTFI memberikan dukungan medis dan tanggap darurat di sejumlah lokasi di Flores, antara lain Kampung Wae Malang, Haju Wangi, Liang Dalo, Golo Wontong, dan Waso.

Selain melalui Human Initiative, PTFI juga menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui Palang Merah Indonesia (PMI). Bantuan tersebut terdiri atas 300 Hygiene Kit, 300 paket sembako, 300 Shelter Kit, dan 300 Bedding Kit.

PTFI juga memfasilitasi pengiriman bantuan dari Dana Kemanusiaan Kompas berupa sekitar 70 boks makanan kaleng dan obat-obatan dengan total berat sekitar 1 ton. Pelibatan berbagai lembaga kemanusiaan tersebut merupakan bagian dari pendekatan kolaboratif untuk memperluas jangkauan dan efektivitas distribusi bantuan.

Gubernur NTT Melki Laka Lena mengapresiasi kontribusi PTFI dalam mendukung pemerintah menangani dampak bencana gempa bumi.

“Terima kasih kepada PT Freeport Indonesia. Bantuan ini bukan sekadar angka dan barang, melainkan bukti nyata gotong royong. Kami tidak bisa berjuang sendirian, dukungan dunia usaha, lembaga, dan masyarakat luas sangat dibutuhkan agar pemulihan berjalan lebih cepat,” kata Melki.

Sebelumnya, PTFI juga mengerahkan tim tanggap darurat untuk mendukung operasi penyelamatan korban runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny di Sidoarjo pada 2025. PTFI turut menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak banjir, longsor, dan kekeringan di sejumlah wilayah Indonesia.

Editor : Cak Fir
Freeport gempa BENCANA ALAM