Semarak Kemerdekaan, Freeport Indonesia dan Warga Banyutami Gresik Bergerak Menata Lingkungan

Cak Fir • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 10:56 WIB
BERHIAS : Warga Dusun Banyutami, Desa Banyuwangi bersama PT Freeport Indonesia menata lingkungan agar bersih dan asri. Foto : Firman/Radar Gresik
BERHIAS : Warga Dusun Banyutami, Desa Banyuwangi bersama PT Freeport Indonesia menata lingkungan agar bersih dan asri. Foto : Firman/Radar Gresik

Manyar– Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Dusun Banyutami, Desa Banyuwangi, Kecamatan Manyar, Gresik, berlangsung dengan cara yang sederhana, tetapi menyentuh kehidupan sehari-hari warga. Bukan sekadar upacara atau perayaan, momentum kemerdekaan diterjemahkan melalui aksi bersama membersihkan dan menata lingkungan.

Sebanyak 230 orang turun langsung dalam kegiatan Gotong Royong Kemerdekaan yang diinisiasi oleh PT Freeport Indonesia (PTFI) bersama pemerintah desa dan masyarakat, Minggu (9/8) pagi. Sungai, jembatan, pos jaga hingga sejumlah fasilitas umum menjadi sasaran kegiatan yang sekaligus menjadi ruang perjumpaan antara perusahaan dan warga.

Kegiatan diawali dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur sekaligus sinergi yang telah terjalin antara PTFI dan masyarakat Dusun Banyutami. Setelah itu, warga dan peserta lainnya bergerak dalam kelompok-kelompok kecil dengan tugas berbeda. Sebagian membersihkan bantaran dan aliran sungai. Tim lainnya mengecat jembatan dan pos jaga, memasang bendera serta umbul-umbul Merah Putih, dan menata fasilitas umum. Di sudut lain, galon air mineral bekas yang telah dilukis dimanfaatkan sebagai pot tanaman.

KREASI : Selain membersihkan aliran sungai dan jalan desa, sejumlah warga Dusun Banyutami juga menyulap botol bekas air mineral menjadi pot bunga yang cantik. Foto : Firman / Radar Gresik.
KREASI : Selain membersihkan aliran sungai dan jalan desa, sejumlah warga Dusun Banyutami juga menyulap botol bekas air mineral menjadi pot bunga yang cantik. Foto : Firman / Radar Gresik.

Sekretaris Desa Banyuwangi, Kecamatan Manyar, Muhammad Sobirin, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum tersendiri karena merupakan kali pertama gotong royong di Banyutami digelar bersama pihak industri. Bagi dia, titik-titik yang dibersihkan memiliki arti penting. Pos jaga dan jembatan merupakan bagian dari wajah dusun karena menjadi kawasan yang pertama kali dilewati sebelum memasuki permukiman.

“Di Dusun Banyutami ada lima RT yang terdiri dari 170 rumah. Kegiatan ini merupakan yang pertama kali digelar bersama industri. Area yang dibersihkan ini merupakan wajah dari Dusun Banyutami karena pos jaga dan jembatan merupakan titik awal sebelum masuk dusun. Nah, persoalan kebersihan bukan hanya sebagai urusan estetika. Lingkungan yang bersih dan tertata berkaitan dengan kenyamanan warga sekaligus membangun kesadaran untuk menjaga ruang hidup secara bersama-sama," kata Sobirin.

Menariknya, dampak kegiatan tersebut tidak hanya terlihat dari lingkungan yang berubah lebih bersih dan tertata. Ada pula perubahan pada interaksi sosial warga. Erwin, 37, salah satu warga Dusun Banyutami, melihat kegiatan gotong royong tersebut berhasil menggerakkan warga yang sebelumnya jarang terlihat dalam kegiatan bersama.

“Warga yang semula tidak pernah terlihat, dengan adanya gotong royong ini jadi datang dan hadir. Jadi kegiatan ini bisa membuat warga kembali berkumpul dan bersama-sama membersihkan lingkungan,” ujar Erwin.

Bagi dia, kehadiran warga menjadi bagian penting dari cerita gotong royong di Banyutami. Sebab, ketika masyarakat berkumpul untuk membersihkan sungai, mengecat jembatan atau menata fasilitas umum, yang dibangun bukan hanya lingkungan fisik, tetapi juga hubungan sosial.

Kepala Dusun Banyutami Hasanudin Nasrullah menyebut PTFI secara bertahap telah ikut mendukung sejumlah kebutuhan masyarakat, mulai dari akses air bersih PDAM hingga program jamban sehat. Dukungan tersebut, kata Hasanudin, menjadi bagian dari proses yang perlahan membangun hubungan antara perusahaan dan masyarakat.

“Saya menyampaikan terima kasih atas kegiatan gotong royong ini. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat karena lingkungan menjadi lebih bersih dan tertata. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan dan menjadi kebiasaan bersama,” ujar Hasan.

Ditempat terpisah, Vice President External Affairs Smelter PT Freeport Indonesia Erika Silva mengatakan pendekatan terhadap lingkungan memang tidak harus selalu dimulai dari program besar. Kesadaran dapat dibangun melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara kolektif.

“Kami itu hadir di tengah kebutuhan untuk membangun kesadaran bahwa kebersihan lingkungan bukan sekadar persoalan estetika. Lingkungan yang terawat berkaitan langsung dengan kenyamanan masyarakat, kualitas ruang hidup serta keberlanjutan ekosistem di sekitar permukiman,” ujar Erika.

Menurut Erika, penggunaan galon air mineral bekas sebagai pot tanaman menjadi salah satu contoh sederhana bagaimana kegiatan lingkungan dapat sekaligus membawa pesan tentang pemanfaatan kembali material yang sudah tidak digunakan. Di sisi lain, keterlibatan masyarakat menjadi elemen penting dalam menjaga agar perubahan yang dilakukan tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Sebab, lingkungan yang dibersihkan hari ini tetap membutuhkan kepedulian warga yang tinggal di dalamnya.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti di sini, namun bisa dilanjutkan ke depan. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara bersama-sama sehingga kebersihan dan kepedulian terhadap lingkungan bisa menjadi kebiasaan masyarakat,” tandasnya. (fir)

Editor : Cak Fir
smelter gresik HUT RI freeport indonesia Gotong Royong kemerdekaan